Rusia Bantah Sebarkan Disinformasi COVID-19 di AS, Sebut Cuma Teori Konspirasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Rusia menyebut tudingan terhadap negaranya terkait penyebaran disinformasi pandemi COVID-19 adalah teori konspirasi baru yang dibuat wartawan dan merupakan satu tipuan baru dari layanan keamanan AS.

WowKeren - Rusia membantah tuduhan yang menyebut negara tersebut menyebarkan disinformasi terkait pandemi COVID-19 di Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan resmi, juru bicara Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov, memandang tudingan tak berdasar itu sebagai bagian dari teori konspirasi. "Media Rusia secara aktif bekerja untuk meliput situasi dengan virus corona. Memang ketika berbicara Rusia, ia melewati sulit ini lebih baik daripada banyak negara lain, meskipun bukan tanpa masalah. Memang, semua media menunjukkan masalah besar yang dialami AS selama periode ini," kata Dmitry Peskov.

"Jadi dalam hal ini jika ada yang berbicara tentang semacam disinformasi, itu adalah semacam fobia persisten dan tidak perlu menyalahkan kerja media yang objektif dan berkualitas," papar Peskov menambahkan.

Sedangkan Kepala komite urusan luar negeri di majelis tinggi parlemen Rusia, Konstantin Kosachev, menyebut tudingan terhadap negaranya terkait penyebaran disinformasi pandemi COVID-19 adalah "teori konspirasi baru" yang dibuat wartawan.


Selain itu, tuduhan tersebut merupakan satu tipuan baru dari layanan keamanan Amerika Serikat. Kosachev mengungkapkan sejauh ini tidak ada teori konspirasi yang ditayangkan media Barat telah terkonfirmasi dalam kehidupan nyata.

Sebelumnya, diketahui bahwa pada Selasa (28/7) lalu, para pejabat AS mengatakan dinas intelijen Rusia menggunakan tiga situs web berbahasa Inggris untuk menyebarkan disinformasi tentang pandemi COVID-19. Tiga situs itu menerbitkan sekitar 150 artikel tentang respons pandemi, termasuk liputan yang bertujuan menopang Rusia atau merendahkan AS.

Menurut salah satu pejabat, artikel-artikel itu dipublikasikan antara akhir Mei dan awal Juli. Moskow dituding hendak mengeksploitasi krisis yang sedang berusaha diatasi AS menjelang pemilihan presiden pada November mendatang.

Sebagai informasi tambahan, saat ini Rusia telah mencatatkan sebanyak 828,990 kasus COVID-19. Angka tersebut membuat Rusia menjadi negara keempat dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,673 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 620,333 dikonfirmasi sembuh.

Sedangkan secara global, pandemi ini telah menginfeksi lebih dari 17 juta jiwa di seluruh dunia dengan total 670,322 kematian. 10 juta pasien dinyatakan sembuh dan hingga kini masih ada 5,818,712 kasus aktif di seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts