Tak Ada 'Jejak', Ternyata Cuma 4 Orang Ini Yang Tahu Operasi Senyap Penangkapan Djoko Tjandra
Nasional

Menko Polhukam Mahfud MD menjadi salah satu pihak yang mengetahui rencana penangkapan Djoko Tjandra yang rupanya sudah terdeteksi di Malaysia sejak pekan lalu. Begini kronologinya.

WowKeren - Kamis (30/7) malam menjadi hari yang cukup bersejarah lantaran Polri akhirnya berhasil meringkus buronan koruptor kelas kakap, Djoko Tjandra. Narapidana hak tagih (cessie) Bank Bali yang sudah kabur selama 11 tahun terakhir itu berhasil "diseret pulang" kembali ke Indonesia usai tim pemburu mendeteksi keberadaannya di Malaysia.

Perihal penangkapan Djoko ini pun menuai tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Namun rupanya Mahfud tidak terkejut dengan penangkapan tersebut, pasalnya ia merupakan salah satu dari empat pihak yang mengetahui operasi senyap tersebut.


"Yang tahu pada saat itu, menurut Kabareskrim, hanya Kapolri, Presiden, dan Menko Polhukam," kata Mahfud dalam wawancaranya bersama Kompas TV, Kamis malam. Dan Mahfud sendiri menyoroti kinerja Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin oleh Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, operasi senyap ini bermula dari Mahfud yang hendak menggelar rapat lintas kementerian penegak hukum pada Senin (20/7) pekan lalu. Dan rupanya sebelum rapat digelar, Sigit sudah terlebih dahulu menemui Mahfud untuk membeberkan rencana Bareskrim dalam meringkus Djoko, yang tentu saja wajib dirahasiakan.

"Saya tidak kaget ya. Karena operasi ini dirancang itu sejak tanggal 20 Juli," ujar Mahfud, dikutip pada Jumat (31/7). "Jadi 20 Juli yang lalu, saya itu mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk membuat rencana-rencana penangkapan."

"Siangnya sekitar (pukul) 11.30, Kabareskrim datang ke kantor saya, melapor," tutur Mahfud. "Polisi siap melakukan langkah-langkah dan sudah punya skenario yang harus dirahasiakan."

Menurut Mahfud, saat itu Sigit hanya memberitahukan rencananya kepada Presiden Joko Widodo, Kapolri Idham Azis, dan dirinya. Hal ini juga tak lepas dari Kapolri Idham yang sudah terlebih dahulu menyurati Polisi Diraja Malaysia untuk bekerja sama dalam menciduk Djoko yang bersembunyi di sana.

"Dan malam itu juga Bareskrim berangkat ke Malaysia," tutur Mahfud. Ia pun mengaku lebih banyak diam dan menghindar dari kejaran awak media terkait kasus Djoko Tjandra demi mencegah bocornya informasi soal penangkapan. "Karena menurut saya tinggal menunggu waktu, dan waktu itu sudah tiba malam ini," pungkasnya.

Kabareskrim memang memimpin langsung operasi penangkapan ini. Dan ketika tiba mendarat semalam, Djoko sudah tampak menggunakan rompi oranye khas tahanan Bareskrim serta dikawal ketat saat akan dibawa ke Mabes Polri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts