Tak Hanya Keracunan Gas, Ledakan Beirut Lebanon Juga Sebabkan Sederet Gangguan Kesehatan Ini
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Ledakan besar di Beirut, Lebanon, tak hanya 'mengambil paksa' nyawa sejumlah besar warga setempat, tetapi juga menyebabkan timbulnya sederet gangguan kesehatan bagi para korban selamat dan saksi.

WowKeren - Ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) malam waktu setempat masih menyita perhatian masyarakat internasional. Sebab tak hanya ledakannya yang menewaskan ratusan orang, efek samping dari insiden ini juga luar biasa seperti adanya kontaminasi gas beracun yang mengharuskan masyarakat setempat terus mengenakan masker.

Namun ternyata tidak hanya gas beracun yang berisiko "menghantui" warga setempat. Sejumlah masalah kesehatan juga berpotensi mereka alami, mulai dari gangguan pendengaran hingga kerusakan paru-paru.

Seperti diungkap seorang saksi ledakan tersebut, ia mengaku mengalami tuli sesaat setelah mendengarkan ledakan mahadahsyat itu. "Tiba-tiba saya tidak bisa mendengar lagi. Saya melihat sesuatu yang berkedip dan saya tidak bisa mendengar lagi," ujarnya, dilansir dari AFP News, Rabu (5/8).

Kondisi ini sendiri akrab disebut sebagai tinnitus, yakni gangguan pendengaran terhadap seseorang yang baru saja mendengar suara yang sangat keras. Sebab suara yang sangat keras dapat merusak sel-sel saraf yang sensitif di bagian dalam telinga.


Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communications Disorders (NIDCD), tinnitus yang biasanya ditunjukkan dengan gejala suara mendengung, bisa dialami oleh satu atau kedua telinga sekaligus. Tinnitus bisa sembuh dalam beberapa waktu, namun tak jarang juga berujung pada tuli permanen.

Selain itu, ledakan yang setara dengan gempa bumi berskala 3,3 magnitudo itu tentu saja mengeluarkan gelombang kejut yang luar biasa besar. Hal ini terbukti dari jendela bangunan dengan jarak ratusan kilometer dari lokasi ledakan ikut bergetar.

National Center for Biotechnology (NCBI) menyatakan gelombang kejut alias shockwave merupakan elemen paling merusak dari sebuah ledakan. Energi dari gelombang ini tentu saja dapat menembus tubuh seseorang yang kemudian menyebabkan kerusakan pada organ dalam, dengan yang terparah biasanya dialami oleh paru-paru.

"Gelombang dari ledakan bisa menyebabkan kerusakan lebih parah pada organ yang berisi udara," ujar Michael R Jorolemon, seorang peneliti dari Upstate Medical University. "Bila tekanan yang dihasilkan gelombang melebihi 40 psi, maka korban dapat mengalami kontusio paru, pneumotoraks, emboli udara, gangguan paru interstisial, dan atau emfisema subkutis."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts