Diprotes Gegara Penggunaan Kata Sarjana, Evi Masamba Beri Jawaban Cerdas
Instagram/evi_masamba_real
Selebriti

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya baru-baru ini, penyanyi dangdut Evi Masamba meluruskan kalimatnya yang mengandung kata sarjana karena telah disalahpahami.

WowKeren - Penyanyi dangdut Evi Masamba belum lama ini diprotes warganet karena penggunaan kata sarjana. Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Evi menyebut ada sebagian orang berpendidikan tinggi atau sarjana justru tidak bertanggung jawab hingga merusak daerah.

Tak gusar dengan protes warganet, Evi pun menanggapinya dengan jawaban cerdas. Evi menekankan penggunaan kata "sebagian" dalam postingan sebelumnya. Ia meluruskan jika dengan postingannya itu ia tidak bermaksud memukul rata anggapan jika sarjana adalah orang yang seperti disebutnya.

"ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH NETIZEN YANG BUDIMAN DAN PINTAR PINTAR SEMUA SAYA INGIN MELURUSKAN DARI POSTINGAN SAYA YANG MENYINGGUNG KALIAN," tulis Evi dalam caption Instagram terbarunya, Minggu (9/8). "Apakah setelah saya menulis SEBAGIAN sarjana merusak daerahnya? Apakah itu semua ditujukan para sarjana? JELAS TIDAK."

Oleh sebab itu ia menekankan sekali lagi bahwa postingannya itu sama sekali tidak berniat untuk menyinggung. Evi menyebut warganet yang memiliki gelar sarjana tidak perlu tersinggung jika memang tidak memiliki sifat demikian.


"Karena kalau kalian tersinggung berarti kalian BAGIAN dari SEBAGIAN sarjana itu. Tetapi kalau tidak, kenapa harus tersinggung," lanjut Evi. "Terkecuali saya mengatakan yang sarjana akan merusak daerahnya. Itu baru saya salah, karena secara tidak langsung saya mengintimidasi para sarjana."

Lebih jauh, ia menuturkan agar warganet bisa lebih bijak dalam memahami kalimat. Ia pun mengungkap alasan menggunakan kalimat itu sebelumnya. Evi menegaskan jika siapapun memiliki hak yang sama untuk memajukan daerah mereka tanpa harus dihakimi seberapa tinggi pendidikannya.

"Dan perlu kalian ingat saya cuman membela diri dari orang-orang yang mengatakan, tak ada pendidikan tak pantas untuk membangun daerahnya. Saya cuman ingin menepis itu semua," lanjut penyanyi itu. "Bahwasahnya siapa pun berhak menjadi seorang pemimpin."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts