Trump Bakal Maju Pilpres 3 Periode Jika Menang Lagi di Pemilu AS 2020
Reuters
Dunia

Jika menang dan mencalonkan diri lagi, maka Trump menyalahi konstitusi AS yang menetapkan bahwa seseorang hanya dapat dipilih menjadi presiden untuk maksimum dua masa jabatan masing-masing empat tahun.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump mengatakan jika dia menang lagi dalam pemilu pada November mendatang, ia akan menentang konstitusi Amerika Serikat dan maju kembali dalam pilpres selanjutnya untuk masa jabatan ketiga.

Amandemen Kedua Puluh Dua, yang diratifikasi pada 1951, menetapkan bahwa seseorang hanya dapat dipilih menjadi presiden untuk maksimum dua masa jabatan masing-masing empat tahun, tetapi Trump mengatakan dia tidak percaya masa jabatan pertamanya patut dihitung karena FBI mengawasi salah seorang penasihat kampanyenya dalam pemilu 2016 lalu.

"Kami akan menang empat tahun lagi. Dan setelah itu, kami akan pergi selama empat tahun lagi, karena, Anda tahu, mereka memata-matai kampanye saya. Kami harus mengulangnya," kata Trump dalam tur kampanyenya di Wisconsin pada Senin (17/8) waktu setempat.

Sebelumnya, FBI memang menerima perintah pengadilan Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA) pada 2016 untuk mengawasi Carter Page, yang menjadi penasihat kampanye urusan kebijakan luar negeri, atas kecurigaan bahwa dia bekerja sama dengan Rusia untuk mengintervensi pemilu. Trump dan sekutu partisannya menyebut masalah itu sebagai bukti bahwa FBI secara diam-diam memata-matai kampanyenya dan mengklaim bahwa perintah pengadilan diberikan dengan dalih yang tidak kuat.

Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman mengatakan pada Desember lalu bahwa proses yang mengarah pada pemberian surat perintah FISA oleh pengadilan dipenuhi dengan ketidakakuratan dan kelalaian yang signifikan. Namun, hal itu membuat FBI termotivasi oleh bias politik dalam membuka penyelidikan hubungan kampanye Trump dengan Rusia.


Sebagai informasi tambahan, Trump diketahui begitu berambisi mengalahkan capres dari Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilu November mendatang.

Joe Biden sendiri diyakini bakal menang dalam konvensi Partai Demokrat karena sebelumnya, sejumlah kandidat lain sudah menyatakan dukungan untuknya. Jajak pendapat internal sebelum konvensi pun sudah menunjukkan kemenangan Joe Biden.

Dengan demikian, Joe Biden diduga kuat akan menjadi capres dari Partai Demokrat untuk melaju di pemilu mendatang. Sebelumnya, Joe Biden juga telah mengumumkan bahwa ia memilih Senator Kamala Harris sebagai calon wapres yang bakal mendampinginya di pemilu pada 3 November mendatang.

Penunjukan Harris mendapat beragam reaksi dari sejumlah politikus AS, termasuk mantan presiden Barrack Obama dan Bill Clinton hingga mantan menteri luar negeri Hillary Clinton. Hillary Clinton dalam cuitannya menyambut keputusan bersejarah yang dibuat Biden atas penunjukan Harris. Senada, Bill Clinton juga menyebut Biden telah membuat keputusan tepat atas penunjukan Harris.

Tak hanya itu, sejumlah selebriti juga tak segan menunjukkan dukungan pada pasangan Biden-Harris secara terang-terangan dan berharap mereka akan menjadi pasangan presiden serta wakil di periode selanjutnya. Hal inilah yang disebut-sebut membuat Trump merasa begitu gusar bukan main.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait