Deretan kabar baik seputar virus corona di Indonesia terjadi di pekan ini. Mulai LIPI yang siap memproduksi obat herbal hingga seluruh pasien corona sembuh di RS Persahabatan.
- Ruth Meliana
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 09:49 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia dilaporkan masih tinggi. Hingga Rabu (19/8) siang, sebanyak 143.043 orang telah terinfeksi virus corona di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, 96.306 pasien dinyatakan sembuh dan 6.277 orang meninggal dunia.
Meski demikian, pekan ini telah memiliki banyak kabar yang cukup baik seputar virus corona di Indonesia. Mulai dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang siap memproduksi obat herbal hingga 100 persen pasien COVID-19 di Rumah Sakit Persahabatan dinyatakan sembuh.
Berikut merupakan kumpulan kabar baik seputar virus corona selama sepekan terakhir:
1. LIPI Siap Produksi Obat Herbal Corona
LIPI telah menyelesaikan uji klinis terhadap dua produk obat herbal mereka - LIPI Selesaikan Uji Klinis Obat Herbal COVID-19 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyelesaikan uji klinis obat herbal COVID-19. Peneliti Pusat Bioteknologi LIPI, Masteria mengatakan uji klinis telah dilakukan mulai 8 Juni 2020 dan selesai pada 16 Agustus 2020. Dalam uji klinis ini, LIPI melibatkan 90 subjek penelitian dengan rentang usia 18-50 tahun yang diberikan intervensi selama 14 hari.
Adapun produk yang diuji klinis adalah cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak herbal yang terdiri dari rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), daun meniran (Phyllanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), serta daun sembung (Blumea balsamifera).
”Kombinasi herbal ini sudah diformulasikan, memiliki data stabilitas dan ada prototipenya,” kata Masteria seperti dilansir dari Kumparan, Rabu (19/8). “Kita sedang melakukan data cleaning atau verifikasi data untuk memastikan data penelitian akurat dan dapat dipercaya.”
2. Ratusan Perwira Secapa TNI AD Donorkan Plasma Darah
Ratusan prajurit Secapa AD yang sembuh dari virus corona telah mendonorkan plasma darahnya. Donor ini dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Dilaporkan sebanyak 214 prajurit telah mendonorkan plasma darahnya dengan harapan dapat membantu terapi penyembuhan pasien COVID-19 lainnya. Adapun syarat pasien sembuh yang ingin mendonorkan plasma darah adalah sudah sembuh minimal 14 hari dan tidak mengalami gejala, berusia 17-60 tahun, belum pernah melakukan transisi, dan bagi perempuan tidak dalam keadaan hamil.
3. Plasma Darah Milik Secapa TNI AD Siap Dipakai Untuk Pasien Corona
Stok plasma darah yang didonorkan oleh prajurit Secapa TNI AD tersebut telah siap dipakai RS Sipil sebagai terapi pasien virus corona. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa.
”Jadi seluruh Kepala RS dan Kakesdam sekarang tahu bahwa ada stok plasma darah untuk terapi plasma convalescent yang bisa kita lakukan,” jelas Andika. “Kalau punya kasus RS nya baik pasien dinas maupun sipil enggak apa-apa, kita punya stok.”
Andika menjelaskan setiap orang dapat menghasilkan dua sampai tiga kantong plasma darah. Nantinya, plasma darah itu tidak hanya akan diberikan kepada rumah sakit milik TNI AD saja namun juga rumah sakit lainnya.
4. Indo Farma Siap Produksi 100 Juta Jarum Suntik Vaksin Corona
Pemerintah Indonesia telah memulai uji klinis fase III vaksin virus corona di Bandung, Jawa Barat. Uji klinis ini merupakan kerja sama antara Bio Farma dengan perusahaan bioteknologi asal Tiongkok, Sinovac.
Rencananya, vaksin COVID-19 tersebut akan diproduksi pada awal tahun 2021 di Indonesia. Demi memuluskan rencana tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan jarum suntik vaksin virus corona.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku menjelaskan jika sekitar 100 juta jarum suntik siap diproduksi Indo Farma demi memenuhi kebutuhan vaksin selama setahun. Jumlah tersebut juga akan terus meningkat setiap tahun, dimana produksi jarum suntik bisa mencapai 300 juta sesuai kebutuhan masyarakat.
5. 100 Persen Kasus Corona Gejala Ringan di RS Persahabatan Sembuh
Penanganan pasien virus corona di Rumah Sakit (RS) Persahabatan dinilai sangatlah baik. Hal ini terlihat dari riset PDPI per Agustus yang menyatakan tingkat kesembuhan di RS Persahabatan untuk pasien positif virus corona dengan gejala ringan mencapai 100 persen.
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Agus Dwi Santoso membenarkan data tersebut. “Di RS Persahabatan, kasus ringan 100 persen kasus sembuh,” kata Agus.
Selain itu, angka kesembuhan pasien virus corona keseluruhan di RS Persahabatan juga sangat baik. Tercatat, presentase pasien virus corona dengan gejala sedang memiliki tingkat kesembuhan mencapai 96,4 persen.
(wk/lian)