Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung menanggapi perkataan Barack Obama yang menyebut dirinya tidak becus dalam memimpin AS sebagai negara demokrasi.
- Ruth Meliana
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 22:26 WIB
WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memberikan kritikan kerasnya terhadap Presiden Donald Trump. Kritikan Obama tersebut diungkapkan dalam konvensi Partai Demokrat.
Dalam pidatonya, Obama secara blak-blakan mengatakan kepemimpinan Trump di AS layaknya reality show. Ia bahkan menyebut Trump belum bisa melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai seorang pemimpin karena memang tidak “becus”.
Sontak kritikan Obama tersebut langsung ditanggapi oleh Trump. Dihadapan wartawan, Trump dengan berang dan bernada marah menyebut sosok Obama sebagai pemimpin yang tidak efektif dan buruk saat menjadi Presiden AS.
Trump secara lantang juga menyebut Obama merupakan sosok yang bodoh sehingga meninggalkan banyak kegagalan transaksi. Tak sampai disitu, Trump juga turut menyindir calon lawannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2020, Joe Biden.
Menurutnya, sosok Biden dan Obama sama-sama buruk dalam melakukan pekerjaannya selama memimpin Negeri Paman Sam. Seperti yang diketahui, Joe Biden sempat menjabat sebagai Wakil Presiden AS mendampingi Obama.
”Saya melihat kengerian yang dia tinggalkan pada kita,” sindir Trump seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (20/8). “Kebodohan transaksi yang dia lakukan.”
”Lihatlah betapa buruknya dia, betapa tidak efektifnya dia sebagai presiden, dia sangat tidak efektif, sangat buruk,” sambungnya dengan berang. “Presiden Obama tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Alasan saya di sini adalah karena Presiden Obama dan Joe Biden.”
Sebelumnya, istri Obama yaitu Michelle Obama juga sempat memberikan pidatonya di Konvensi Demokrat. Ia dalam pidatonya juga turut melayangkan kritikan kerasnya terhadap kepemimpinan Trump.
Michelle bahkan berani menyatakan Trump merupakan presiden yang salah bagi Amerika. Ia lantas mengajak warga AS untuk memilih pasangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam Pemilu November mendatang demi menyelamatkan masa depan AS.
Serangan Michelle terhadap Trump sendiri begitu mengejutkan banyak orang Amerika. Pasalnya, mantan ibu negara AS tersebut selama ini selalu cenderung menjauh dari pentas politik.
(wk/lian)