Jangan Jadi Korban Berikutnya! Ini 8 Cara Mudah Mengenali Lowongan Kerja Palsu
Shutterstock
SerbaSerbi

Dengan banyaknya modus penipuan berkedok lowongan kerja, sudah seharusnya kita ekstra hati-hati. Karena itu, penting untuk mengenali lowongan kerja palsu dengan delapan cara mudah ini.

WowKeren - Mencari pekerjaan bisa menjadi salah satu momen yang membutuhkan usaha keras. Karena sulitnya mendapat kerja, tidak sedikit orang yang harus menganggur selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah lulus sekolah atau kuliah.

Di era modern saat ini, berburu lamaran pekerjaan bisa kita lakukan dengan mudah melalui gadget. Kita bisa mengakses berbagai situs lamaran kerja dan memasukkan lowongan kapanpun dan di manapun. Yang perlu kita lakukan hanya mempersiapkan berbagai dokumen pendukung agar lamaran kita diterima.


Namun di balik kemudahan itu, kita harus ekstra waspada dengan modus penipuan lowongan kerja yang semakin marak terjadi. Jika tertipu dan masuk ke dalam perangkap, kita bisa merugi hingga jutaan rupiah. Bukannya mendapatkan gaji, kita malah "dipalak" secara halus.

Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren telah merangkum beberapa cara mengenali lowongan kerja palsu untuk mencegah korban lain berjatuhan. Penasaran apa saja itu? Langsung saja yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Tulisan yang Buruk


Tulisan yang Buruk
Rawpixel

Lowongan kerja yang asli biasanya ditulis dengan rapi dan teliti karena dibuat oleh profesional. Namun jika menemukan lowongan kerja yang ditulis dengan buruk dan memiliki banyak typo, sebaiknya kamu waspada. Pemalsu lowongan kerja biasanya mudah melakukan kesalahan ketik, seperti ejaan, tanda baca hingga huruf kapital.

Selain itu, jika kamu mendapati lowongan pekerjaan yang menggunakan tata bahasa yang aneh, bisa jadi itu palsu. Karena terkadang para penipu langsung menerjemahkan lowongan pekerjaan asing melalui Google Translate, sehingga hasilnya akan berantakan. Sebaliknya, perusahaan yang benar-benar mencari karyawan biasanya akan menulis lowongan pekerjaan dengan benar, detail dan teliti.

2. Menawarkan Gaji Fantastis


Menawarkan Gaji Fantastis

Saat melihat lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji besar, kita pasti akan mudah tergoda. Namun berhati-hatilah, karena para penipu tak ragu untuk mencantumkan gaji yang sangat tinggi demi memikat para joobseeker.

Jangan mudah percaya dengan gaji yang ditunjukkan pada iklan lowongan kerja. Agar tidak sampai tertipu, sebaiknya lakukan riset kecil-kecilan tentang rata-rata nominal gaji untuk posisi yang kamu lamar.

3. Meminta Sejumlah Uang


Meminta Sejumlah Uang
Unsplash/Christian Dubovan

Penipu berkedok lowongan kerja biasanya akan meminta sejumlah uang dari para pelamar. Karena itu, jika menemukan perusahaan yang memintamu melakukan sejumlah transaksi, kamu harus mencurigainya. Hal ini tentu sangat tidak dibenarkan, karena perusahaan seharusnya mencari karyawan untuk dipekerjakan dan dibayar, bukan malah meminta sejumlah uang pada pelamar.

Selain itu, waspadai juga lowongan pekerjaan yang memintamu untuk menalangi biaya perekrutan dengan janji akan dikembalikan saat pelamar sampai di tempat yang disepakati. Ada banyak sekali modus penipuan seperti ini yang mengharuskan jobseeker menanggung biaya transportasi dan akomodasi. Percayalah, perusahaan bonafit manapun tidak akan pernah meminta biaya dari calon karyawan yang ingin bergabung dengan mereka.

4. Tidak Menggunakan Email Profesional


Tidak Menggunakan Email Profesional
Unsplash/Stephen Phillips

Memperhatikan alamat email perusahaan juga penting dilakukan untuk menghindari lowongan kerja palsu. Hiring Manager biasanya akan menggunakan email berdomain khusus seperti [email protected]. Sehingga jika menerima email kerja yang menggunakan domain gratisan (seperti gmail), kamu patut untuk mewaspadainya.

Jika kamu bertanya soal email tersebut, penipu biasanya akan menggunakan alasan server sedang down untuk mengelak. Karena itulah jika mendapatkan email dan jawaban seperti itu, sebaiknya abaikan saja jika tak ingin sakit hati dan tertipu.

5. Meminta Informasi Pribadi


Meminta Informasi Pribadi

Salah satu tujuan pemalsu lowongan pekerjaan adalah untuk mendapatkan uang dari informasi pribadi joobseeker. Untuk mensukseskan misi tersebut, mereka biasanya akan meminta informasi rekening bank atau asuransi dari pelamar kerja.

Cara lain yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan website dan memintamu mengisi formulir yang mengandung berbagai informasi rahasia. Tak jarang, mereka akan menggunakan alasan untuk mendaftarkan asuransi atas namamu. Nah agar kamu tak jatuh ke dalam perangkap tersebut, sebaiknya akses website yang memiliki awalan "https://", bukan "http://".

6. Panggilan Interview Tidak Menyebutkan Posisi atau Lowongan


Panggilan Interview Tidak Menyebutkan Posisi atau Lowongan
Rawpixel/McKinsey

Beberapa pemalsu lowongan pekerjaan biasanya tidak menyebutkan posisi atau lowongan yang akan diseleksi. Dalam kasus seperti ini, kamu biasanya hanya disuruh menghadiri interview di tempat tertentu tanpa diberitahu posisi apa yang akan diberikan untukmu.

Dalam beberapa kasus, pemalsu lowongan kerja akan memberi surat panjang yang mencantumkan nama semua calon kandidat agar menghadiri interview di lokasi yang sama. Mereka bahkan meminta jobseeker untuk melakukan reservasi pemesanan tiket kepada Panitia Perekrutan. Ada juga pemalsu lowongan kerja yang memintamu melakukan pemesanan tiket pada agen travel palsu yang bekerjasama dengan mereka.

7. Mendapatkan Penawaran Mendadak Tanpa Tes atau Interview


Mendapatkan Penawaran Mendadak Tanpa Tes atau Interview
Unsplash/Tim Gouw

Metode jitu lainnya yang digunakan oleh pemalsu lowongan kerja adalah memberikan penawaran mendadak tanpa tes atau interview. Terkadang, joobseeker yang sudah sangat ingin bekerja akan langsung tergoda dan menerimanya begitu saja. Padahal jika menerima tawaran seperti ini, bisa saja kamu sedang mencari target penipuan.

Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan biasanya akan melakukan proses rekrutmen dengan teliti dan hati-hati sebab mereka ingin mendapatkan kandidat yang sesuai. Karena itulah, perusahaan biasanya membutuhkan waktu untuk mengenali kompetensi pelamar serta melakukan tes dan wawancara sebagai pertimbangan akhir. Penawaran yang diberikan pun biasanya berjalan secara bertahap, bukan secara langsung atau mendadak.

8. Hati-Hati dengan Panggilan Interview Melalui SMS


Hati-Hati dengan Panggilan Interview Melalui SMS
Unsplash/Yura Fresh

Setelah mengirim surat lamaran, biasanya akan ada tahap lanjutan seperti tes atau interview. Karena itu, kamu akan dihubungi oleh perusahaan jika mereka tertarik untuk mempekerjakanmu. Namun jika kamu dihubungi via SMS, pastikan untuk bersikap waspada, sebab perusahaan biasanya akan memanggil calon pegawai melalui telepon atau email resmi.

Demikian delapan cara mudah mengenali lowongan pekerjaan palsu yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips melakukan wawancara virtual di era new normal. Selain itu, kalian bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui tips tetap sehat di tempat kerja saat new normal.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait