WHO Buka Suara Soal Kabar COVID-19 Bisa Menular Via Makanan
Health

Kepala Epidemiologi Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk COVID-19, Maria van Kerkhove, mengungkapkan bahwa Tiongkok telah melakukan pengujian terhadap ratusan ribu produk makanan.

WowKeren - Temuan virus corona (COVID- 19) di sejumlah produk makanan beku yang dikirim dari Brasil ke Tiongkok sempat menimbulkan pertanyaan baru. Apakah COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan?

Kepala Epidemiologi Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk COVID-19, Maria van Kerkhove, lantas angkat bicara soal anggapan tersebut. Menurut Maria, Tiongkok telah melakukan pengujian terhadap ratusan ribu produk makanan.

Tak dapat dipungkiri, hasil pengujian menunjukkan memang terdapat beberapa produk makanan yang terkontaminasi virus corona. Namun, Maria menekankan bahwa jumlahnya sangat kecil. "Hanya ditemukan kurang dari 10 jenis yang terkontaminasi virus corona jenis baru," terang Maria dilansir Mental Floss

Lebih lanjut, Maria mengungkapkan jika memang seseorang mengambil produk makanan yang terkontaminasi virus corona, maka patogen hanya akan bisa masuk ke dalam tubuh jika orang tersebut menyentuh wajahnya. Dengan kata lain, orang-orang dapat lebih mengurangi risiko penularan dengan mencuci tangan secara konsisten dan tak menyentuh wajah mereka sendiri.


"Jika membeli produk yang terkontaminasi, patogen hanya akan memasuki tubuh jika Anda kemudian menyentuh bagian wajah," terang Maria. "Itu berarti, Anda dapat mengurangi risiko terpapar COVID-19 lewat makanan hanya melalui konsisten mencuci tangan dan menjauhkan tangan yang kotor dari wajah."

Maria juga menjelaskan bahwa belum ada kasus dimana seseorang tertular COVID-19 dengan memakan makanan yang terkontaminasi. Seperti virus lainnya, COVID-19 juga bisa dibunuh dengan memasak makanan hingga matang.

Hal senada juga sempat diungkapkan oleh Kepala Cabang Penanggulangan dan Pencegahan Wabah dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Ian Williams. Menurutnya, hingga kini belum ada bukti dan temuan yang menyokong virus corona penyebab COVID-19 dapat ditularkan lewat makanan atau jasa antar layanan makanan.

"Ini benar-benar soal pernapasan, dari orang ke orang," ujarnya. "Pada titik ini tidak ada bukti yang benar-benar mengarahkan kita pada makanan atau layanan makanan."

Virus corona diketahui sebagian besar menyebar melalui tetesan pernapasan atau droplet orang yang terinfeksi, saat mereka batuk, bersin atau berbicara dengan jarak dekat. Karena itu menurut CDC, cara terbaik mencegah penularan antara lain dengan majaga jarak fisik dan sosial, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga etika bersin serta batuk.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait