Heboh COVID-19 Ditemukan di Frozen Food, Ini Penjelasan Ahli Soal Virus Menular Lewat Makanan
Health
Pandemi Virus Corona

Sejumlah ahli kesehatan di dunia turut buka suara terkait temuan virus corona (COVID-19) di produk makanan beku impor di Tiongkok. Hal ini memunculkan kekhawatiran penularan virus lewat makanan beku yang bakal dikonsumsi itu.

WowKeren - Baru-baru ini Tiongkok melaporkan adanya virus corona (COVID-19) yang ditemukan di kemasan produk seafood beku impor yang tiba di kota Dalian, dan sampel sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil ke kota Shenzhen. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran apakah virus tersebut dapat menular lewat makanan yang bakal dikonsumsi?

Para dokter dan pakar kesehatan pun meyakinkan jika belum ada bukti yang menunjukkan penularan virus corona ke manusia bisa terjadi melalui makanan. Terkait, virus corona yang ditemukan pada produk ayam beku tersebut seorang ahli kesehatan menduga bisa saja itu materi genetik dari virus corona yang sudah mati sehingga menghasilkan hasil positif palsu.

Kepala Cabang Penanggulangan dan Pencegahan Wabah dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Ian Williams menerangkan, hingga kini belum ada bukti dan temuan yang menyokong virus corona penyebab COVID-19 dapat ditularkan lewat makanan atau jasa antar layanan makanan. "Ini benar-benar soal pernapasan, dari orang ke orang," ujarnya. "Pada titik ini tidak ada bukti yang benar-benar mengarahkan kita pada makanan atau layanan makanan."


Virus corona diketahui sebagian besar menyebar melalui tetesan pernapasan atau droplet orang yang terinfeksi, saat mereka batuk, bersin atau berbicara dengan jarak dekat. Karena itu menurut CDC, cara terbaik mencegah penularan antara lain dengan majaga jarak fisik dan sosial, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga etika bersin serta batuk.

Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) Amerika Serikat dan Departemen Pertanian AS pun berpendat sama dengan pernyataan William tersebut. Belum ada bukti kasus orang dapat tertular virus dari makanan atau kemasan makanan. Namun begitu sesuai arahan CDC, orang bisa tertular COVID-19 ketika menyentuh permukaan yang terkontaminasi--termasuk kemasan makanan. Akan tetapi, risiko penularan itu bisa dikurangi dengan mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah serta mematuhi protokol kesehatan lain.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut buka suara terkait persoalan ini. Menurut mereka, virus corona sendiri dapat bertahan selama dua tahun pada suhu minus 20 derajat Celcius.

Namun, ilmuwan dan pejabat menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan jika virus corona dapat menyebar melalui makanan beku. "Masyarakat tidak boleh takut kepada makanan, kemasan makanan, atau pengantaran makanan," tutur Kepala Program Darurat WHO, Mike Ryan, dilansir Reuters pada Jumat (14/8).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts