Soroti Kejiwaan Adhisty Zara-Zaki Dibully Skandal Video, Psikolog-KPAI Sarankan Ini
Instagram/zaraadhsty
Selebriti

Psikolog menilai Zara dan Zaki bisa stres karena terus dibully soal video mesra mereka. Sementara itu, Komisioner KPAI menyarankan supaya Zara dan Zaki meminta maaf guna menghilangkan stigma buruk pada mereka.

WowKeren - Adhisty Zara dan Zaki Pohan banjir hujatan karena video mesra mereka. Keduanya dicurigai melakukan sentuhan fisik yang cenderung vulgar.

Zara dan sang kekasih yang seorang mahasiswa UGM itu tampak bercanda intim. Diduga Zaki menyentuh dada Zara hingga beredar pula video Zara dengan leher kemerah-merahan yang diisukan sebagai bekas cupang.

Zara maupun Zaki agaknya belum memberikan pernyataan resmi seputar video itu. Namun Zara mengisyaratkan kalau ia terganggu gara-gara cibiran netter.

"Tolong jaga privasi aku," harap Zara. "Karena keluargaku juga butuh waktu, makasih."

Psikolog Pro Help Center (Layanan Konsultasi Pendidikan dan Psikologi), Nuzulia Rahma Tristinarum, menilai mental Zara dan Zaki bisa down jika terus dibully. Ia pun menyarankan keduanya melakukan konsultasi.


"Kehidupan sehari harinya bisa terganggu, mentalnya bisa terganggu karena adanya stres dan kecemasan yang tinggi dalam menghadapi respons negatif yang berlangsung terus menerus," kata Nuzulia seperti dikutip dari detikHealth. "Jika merasa sangat stres dan cemas yang tidak tertangani, carilah bantuan ahli seperti konselor atau psikolog."

Sementara itu, Komisioner KPAI Jasra Putra menganjurkan agar Zara dan Zaki segera meminta maaf. Namun ia juga berharap publik tak terus membully Zara dan Zaki demi kejiwaan serta masa depan mereka.

"Bagi keduanya, ZA dan ZP, penting meminta maaf ke publik dan berjanji tidak mengulanginya. Keduanya yang masih berumur anak, harus segera dihilangkan dari stigma dan fokus pada cita-cita dan masa depan kuliahnya," kata Jasra. "Namun yang terpenting dari peristiwa adalah bagaimana masyarakat dapat teredukasi dalam persoalan, bahwa membawa ranah privat ke publik membawa konsekuensi. Dan dalam video viral tersebut berhadapan dengan peraturan seperti Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Perlindungan Anak."

Jasra juga menyarankan agar orangtua Zara dan Zaki terus mendampingi anak-anak mereka. Terutama jika masalah tersebut berlanjut ke ranah hukum.

"Peran yang paling penting dilakukan orangtua, ketika anak-anak terpapar melihat video adalah melakukan pendampingan dan pengawasan orangtua agar mendapatkan pelajaran yang bermakna," katanya. "Keluarga juga memiliki tanggung jawab mengasuh-mendidik anak, menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya, serta menanamkan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak meski jauh dari orangtua."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait