Trump Sebut Partai Demokrat Curangi Pilpres AS dengan Isu Corona
Dunia

Trump menilai pesaingnya, Joe Biden sedang memanfaatkan kekecewaan masyarakat padanya atas beberapa hal. Termasuk buruknya ia dalam menangani pandemi virus corona di AS.

WowKeren - Presiden AS sekaligus capres Partai Republik di pilpres 2020, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial saat berpidato di konvensi di Charlotte, North Carolina. Dalam pidato itu, Trump berkata bahwa Partai Republik harus waspada terhadap rencana Partai Demokrat yang ia tuduh ingin mencurangi pemilihan umum dengan isu pandemi virus corona (COVID-19).

"Mereka (Partai Demokrat) mencoba mencuri pemilu, satu-satunya cara mereka dapat mengambil alih pemilu ini dari kami adalah jika ini adalah pemilu yang curang," ujarnya seperti dikutip dari CNN pada Rabu (26/8).

Trump menilai Biden sedang memanfaatkan kekecewaan masyarakat padanya atas beberapa hal. Seperti buruknya Trump dalam menangani pandemi virus corona, kasus ketidaksetaraan rasial, dan ketakutan akan kerusakan ekonomi jangka panjang akibat lockdown atau penguncian wilayah akibat COVID-19. Hal itu pula lah yang menyebabkan Trump kalah dalam jajak pendapat jelang pilpres.

Bahkan, sekitar 25 politikus dari Partai Republik yang mengusung Donald Trump dilaporkan beralih untuk mendukung Joe Biden. Hal itu terjadi di hari pertama Kongres Nasional Partai Republik yang digelar pekan ini. Disebutkan bahwa di antara sekitar 25 para politikus Partai Republik yang beralih mendukung Biden adalah mantan senator Jeff Flake dan eks anggota dewan perwakilan dari Pennsylvania, Charlie Dent.


Sedangkan politikus lain dari Partai Republik yang memutuskan mendukung Biden adalah Steve Bartlett, Bill Clinger, Tom Coleman, Charles Djou, Mickey Edwards, Wayne Gilchrest, Jim Greenwood, Bob Inglis, Jim Kolbe, Steve Kuykendall, Ray LaHood, Jim Leach, Susan Molinari, Connie, Mike Parker, Jack Quinn, Claudine Schneider, Christopher Shays, Peter Smith, Alan Steelman, Jim Walsh, Bill Whitehurst, dan Dick Zimmer.

Dent menyatakan dia memutuskan mendukung Biden karena kecewa Partai Republik terlalu menitikberatkan perhatian dan mulai ketergantungan dengan sosok Trump. "Banyak mantan anggota Kongres yang tidak senang dengan haluan partai. Kami memahami politik itu dinamis. Namun, ketika mereka berubah seharusnya ke arah lebih baik. Dan saya pikir wajar kalau saya prihatin Partai Republik terlalu mendukung Trump. Saya pikir ada kekhawatiran tentang pemikiran nativisme, proteksionisme dan isolasi," kata Dent.

Menanggapi hal ini, juru bicara tim sukses Trump, Tim Murtaugh, menyatakan dukungan untuk Biden dari segelintir politikus Partai Republik tidak berarti apapun. "Joe Biden adalah bentuk kegagalan di Washington selama setengah abad. Jadi tidak mengherankan mereka mencoba melindungi diri sendiri. Dukungan kepada Presiden Trump sangat deras, lebih dari 95 persen, baik di antara kalangan dan simpatisan Republik maupun basis konstituen Biden seperti Afro-Amerika, Latin serta serikat buruh," kata Murtaugh.

Sebagai informasi tambahan, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris diperkirakan bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump-Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait