Pro Kontra Pembukaan Bioskop Kala Corona, Drive-In Cinema Bisa Jadi Solusi Di Indonesia?
SerbaSerbi

Wacana pembukaan bioskop di tengah pandemi COVID-19 terus menuai pro kontra di Tanah Air. Lantas, apakah konsep drive-in cinema bisa jadi solusi di Indonesia?

WowKeren - Pemerintah Indonesia tengah berwacana untuk kembali membuka bioskop di tengah pandemi virus corona. Rencana ini diharapkan dapat membantu mendongkrak perekonomian negara di tengah ancaman resesi. Meski demikian, wacana pembukaan bioskop tersebut langsung memicu pro dan kontra.

Kontroversi bermunculan lantaran bioskop dinilai berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19. Apalagi, saat ini kasus virus corona di Indonesia masih mencatat kenaikan signifikan bahkan kerap memecahkan rekor tambahan harian.

Melihat situasi penularan virus corona yang tinggi, pemerintah dinilai gegabah jika akhirnya mengizinkan bioskop dibuka. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu pemimpin daerah di Indonesia yang ragu-ragu untuk membuka bioskop.

Ridwan Kamil menyoroti sirkulasi udara di dalam ruangan bioskop yang berpotensi jadi penyebaran virus. Hal tersebut membuatnya yakin untuk tidak akan membuka bioskop terlebih dahulu selama sistem sirkulasi udara belum terjamin aman.

”Pada dasarnya, kami menghindari potensi di ruang dalam yang tidak bisa menjamin sterilitas. Kan kuncinya itu, kalau AC-nya sentral, si virus muter di situ tidak keluar,” kata Ridwan di Kota Bandung seperti dilansir Kompas, Jumat (28/8). “Per hari ini kami masih belum yakin, jadi belum ada wacana pembukaan dari rekomendasi provinsi pembukaan hiburan malam yang cenderung AC-nya masih sentral termasuk bioskop.”

Bioskop

Berbagai Sumber

Pendapat serupa juga diutarakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang masih belum membuka bioskop lantaran alasan keamanan. Bedanya, ia memberikan ide terkait pemanfaatan drive-in cinema sebagai solusi masyarakat yang ingin menonton film seperti di bioskop dengan aman.

”Kalau boleh ya, bioskopnya itu dengan drive-in, saya pengen justru pengusaha bioskop membuka itu. Jadi, bioskopnya tetap jalan, masyarakat aman,” ungkap Ganjar. “Itu kalau ada orang droplet di situ, kemudian AC-nya tinggi dan muter-muter terus di situ. Itu kan berbahaya. Itu yang ingin saya ingatkan.”

Drive-in cinema sendiri merupakan sensasi menonton film layar lebar sambil duduk di dalam mobil. Artinya, pengunjung dapat menikmati menonton film sambil membawa mobilnya. Biasanya, drive-in cinema ini terletak di suatu lapangan yang cukup besar sehingga bisa menampung sejumlah mobil.

Popularitas bioskop drive-in sendiri pernah begitu meningkat di masa pasca-Perang Dunia II dan mengalami masa keemasan pada era 1950-an hingga 1960-an di Amerika Serikat (AS). Kala itu, setidaknya ada 5.000 bioskop drive in yang tersebar di seluruh AS.


Bioskop drive-in bahkan pernah menjadi ikon budaya Amerika dan menjadi tujuan liburan akhir pekan, terutama pasangan muda yang mencari sedikit privasi. Sayang, keberadaan bioskop drive in tersebut mulai kehilangan minat setelah harga properti mulai meningkat.

Selain itu, tempat penyewaan video yang membuat industri drive-in terus menurun. Hal ini terlihat dimana hingga tahun 2018, hanya tersisa sekitar kurang dari 500-an bioskop drive-in di seluruh Amerika Serikat.

Bioskop Drive-In

Berbagai Sumber

Namun sejak pandemi virus corona merebak, bioskop drive in mulai dijadikan opsi yang cukup baik untuk menonton film layar lebar. Sejumlah wilayah di AS telah menjajal kembali bioskop drive-in. Salah satunya adalah New York City, dimana Gubernur Andrew Cuomo mengizinkan dibukanya bioskop drive-in di tengah pandemi.

”Dimana masalah keamanan publik? Ini adalah bioskop drive-in,” kata Cuomo seperti dilansir dari NBC, pada April lalu. “Anda di mobil dengan orang yang sama.”

Selain Amerika Serikat, sejumlah negara lain seperti Inggris, Jerman, hingga Thailand juga mulai mempopulerkan bioskop drive-in. Indonesia sendiri beberapa waktu lalu juga mulai menjajal bioskop drive-in yang berada di distrik 1 Meikarta, DKI Jakarta.

Humas Meikarta menjelaskan jika konsep yang ditawarkan mereka sebenarnya bukanlah drive-in cinema, melainkan tempat makan yang memberi servis lebih ke pengunjung berupa tontonan. Ide makan sambil nonton film di layar lebar ini sudah ada sejak awal tahun.

”Makanya kita namakan drive through dine in. Orang bisa masuk ke sini memesan kuliner, sembari nonton film atau siaran olahraga,” ujar Kepala Humas Lippo Cikarang, Jeffrey Rawis seperti dilansir Kumparan. “Kalau memang antusiasme pengunjung terus meningkat, ya kita akan evaluasi, mungkin akan dilanjutkan dengan persiapan yang lebih matang lagi.”

“(Menonton filmnya) tanpa bayaran, makanya tidak boleh disebut drive-in (cinema), ini kan bukan bioskop,” sambungnya. “Sama saja dengan restoran di ruangan, tapi yang sekarang lebih bagus karena kita ada film-film yang bekerja sama dengan EO yang melaksanakannya, mendatangkan film-film yang sesuai standar boleh ditonton semua umur.”

Meski sensasi menonton bioskop di dalam mobil cenderung aman, namun untuk menyediakan fasilitas bioskop drive-in tidaklah mudah. Pasalnya, penyedia layanan bioskop harus mencari sebuah tempat atau lapangan yang sangat luas untuk parkir puluhan bahkan hingga ratusan mobil.

Padahal, harga properti di kota-kota besar sangatlah mahal. Bioskop drive-in ini sendiri juga masih menyasar masyarakat kalangan menengah atas yang memiliki mobil untuk menonton. Pasalnya dengan mobil pribadi, maka warga bisa lebih leluasa dan aman dalam menikmati film layar selama pandemi COVID-19.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait