Wali Kota Portland Sebut Trump adalah Pemicu Bentrokan
Getty Images
Dunia

Wali Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat, Ted Wheeler, mengatakan bahwa kampanye ketakutan yang dilancarkan Trump telah menciptakan kebencian dan penghinaan di AS.

WowKeren - Wali Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat, Ted Wheeler mengatakan bahwa Presiden Donald Trump menjadi pemicu bentrokan antara pendukungnya dan pendemo penuntut kebrutalan polisi yang menewaskan satu orang, pada Minggu (30/8) waktu setempat.

Dilansir dari CNN, Wheeler bertanya kepada Trump dalam sebuah konferensi pers. "Apakah Anda benar-benar bertanya, Tuan Presiden, mengapa ini pertama kalinya dalam beberapa dekade Amerika melihat tingkat kekerasan seperti ini?"

"Anda lah yang menciptakan kebencian dan perpecahan. Anda lah yang belum menemukan cara untuk menyebutkan nama-nama orang kulit hitam yang dibunuh oleh petugas polisi bahkan seperti yang dimiliki oleh penegak hukum. Dan Anda lah yang mengklaim bahwa supremasi kulit putih adalah orang baik," ujar wali kota dari Partai Demokrat itu.

Wheeler juga mengatakan bahwa kampanye ketakutan yang dilancarkan Trump telah menciptakan kebencian dan penghinaan di AS. "Selama empat tahun kami harus hidup dengan Anda dan serangan rasis Anda terhadap orang kulit hitam," paparnya.

"Sejak awal kami belajar tentang sikap seksis Anda terhadap wanita. Kami harus menanggung video (yang memperlihatkan) Anda mengejek pria cacat. Kami harus mendengarkan serangan anti-demokrasi Anda terhadap jurnalis," ujar Wheeler lagi. "Kami sudah membaca kicauan Anda (di Twitter) yang mengecam warga sipil di titik (ketika mereka) menerima ancaman pembunuhan, dan kami mendengarkan serangan Anda terhadap imigran."


"Kami sudah mendengarkan Anda menyebut orang Meksiko sebagai 'pemerkosa'. Kami sudah mendengar Anda mengatakan bahwa John McCain bukan pahlawan karena dia tawanan perang. Dan sekarang, Anda menyerang wali kota Demokrat dan institusi Demokrasi yang telah melayani bangsa ini dengan baik sejak didirikan," ucapnya.

Komentar tegas Wheeler muncul sehari setelah insiden penembakan yang menewaskan satu orang dalam bentrokan antara pendukung Trump dan pengunjuk rasa yang mengecam kebrutalan polisi. Selama lebih dari 90 malam berturut-turut, pengunjuk rasa di Portland berkumpul melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial.

Protes itu dipicu oleh pembunuhan pria kulit hitam George Floyd pada Mei lalu dan kian memanas setelah polisi kembali menembak pria kulit hitam lainnya, Jacob Blake akhir pekan lalu di Wisconsin.

Polisi belum merilis rincian mengenai data korban. Namun menurut mereka, orang itu ditembak di bagian dada sekitar pukul 20.46 di dekat Southwest Third Avenue dan Southwest Alder Street.

Di sisi lain, komentar Wheeler ini rupanya membuat Trump terprovokasi dan memberikan serangan pada sang wali kota melalui akun Twitter miliknya. "Portland tidak akan pernah pulih dengan kebodohan wali kotanya. Dia (Wheeler) ingin menyalahkan saya dan Pemerintah Federal karena terlibat, tapi dia belum melihat apapun. Kami hanya berada di sana dengan sekelompok kecil (orang) untuk membela Gedung Pengadilan AS, karena dia tidak bisa melakukannya," cuit Trump di Twitter.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait