Sudah tujuh tahun lamanya Pipik Dian Irawati menyandang status janda dan belum menikah lagi semenjak ustaz Jeffry Al Buchori meninggal dunia. Kini terungkap alasan mengapa ia belum menikah lagi.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 31 Agustus 2020 - 19:35 WIB
WowKeren - Tujuh tahun sudah ustaz Jeffry Al Buchori meninggalkan orang-orang tercinta setelah tutup usia pada 2013 lalu lantaran kecelakaan motor. Sejak sata itu pula Pipik Dian Irawati atau yang biasa disapa Umi Pipik ini menyandang status janda.
Lantas saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube The Hermansyah A6, Umi Pipik mengaku telah mengikhlaskan segala hal yang terjadi pada hidupnya. Mengingat jodoh dan maut semua sudah digariskan dan menjadi takdir Tuhan.
"Maut, jodoh, rezeki kan Allah SWT sudah atur semua," ungkap Umi Pipik pada Ashanty dan Aurel Hermansyah. "Ya menjalaninya dinikmati aja walaupun mungkin berat gitu kan harus menjadi ibu dan ayah, harus mendidik empat anak yang karakternya beda-beda ya tapi dinikmatin aja serahin semuanya."
Sementara itu, putra tertuanya, Abidzar Al-Ghifari mengatakan bahwa dirinya belum setuju jika sang ibu memiliki pasangan uminya dan menggantikan posisi Uje. Bukan melarang ibunya untuk menikah lagi, Abidzar hanya belum siap untuk menghadapi sosok baru pria yang akan menjadi ayahnya.
"Enggak, ya mau gimana ya. Belum ngebuka aja sih sebenarnya," ungkap Abidzar. "Bukan enggak boleh. Belum ngebuka lowongan lah," tambahnya.
"Atau kamu juga belum ngerasa ada yang pas kali," sahut Ashanty. Abidzar pun langsung membenarkan pernyataan tersebut. "Ya, mungkin. Karena, aku juga lihat adik-adik juga kan. Maksudnya dengan figur bapak kan juga harus nyatu," timpal Abidzar.
Lebih lanjut, Perempuan yang kini memutuskan untuk bercadar itu juga menceritakan bahwa ia sempat kembali dimimpikan Uje di beberapa bulan terakhir. Umi Pipik menjelaskan, dirinya seperti diperintahkan untuk lebih sering mengingatkan Abidzar pada hal-hal yang positif. "Maksudnya aku lebih disuruh ngejaga dia, harus lebih ngingetin yang ini. Karena cukup bapaknya ajalah," bebernya.
(wk/lail)