WHO Akui Orang Sudah Bosan dengan Pembatasan: Tak Ada Negara Bisa Pura-Pura COVID-19 Berakhir
Reuters/Kham/wsj/djo
Dunia

tidak ada negara yang bisa berpura-pura pandemi COVID-19 telah berakhir mengingat tidak mudah mengendalikan virus ini yang sangat cepat menyebar tanpa terkendali.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara di dunia untuk bertahan dengan pembatasan untuk menekan penularan virus corona. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Jika negara-negara memberikan pelonggaran tanpa kendali yang ketat maka hal itu akan menimbulkan bencana. WHO menyadari jika banyak orang sudah lelah dengan pembatasan yang ada. Masyarakat ingin hidup kembali normal seperti sedia kala.

WHO pun mengakui jika pihaknya juga menginginkan kehidupan kembali normal. Anak-anak berangkat ke sekolah, karyawan pergi ke kantor, dan aktivitas umum lainnya.

"Kami ingin melihat anak-anak kembali ke sekolah dan orang-orang kembali ke tempat kerja," kata Tedros, Senin (31/9). "Tetapi kami ingin melihat itu dilakukan dengan aman."


Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa berpura-pura jika pandemi COVID-19 telah berakhir. Pasalnya, tidak mudah untuk mengendalikan virus ini yang sangat cepat menular dan menyebar tanpa terkendali.

"Tidak ada negara yang bisa berpura-pura pandemi telah berakhir," katanya. "Kenyataannya, virus ini menyebar dengan mudah. Terbuka tanpa kendali adalah resep bencana."

Oleh sebab itu, WHO menekankan agar negara-negara membatasi pertemuan publik jika memang akan melonggarkan pembatasan. Masyarakat dari kalangan rentan tertular juga harus mendapat perlindungan ketika negara membuka bisnis dan layanan. "Semakin banyak negara yang mengendalikan virus, semakin mereka bisa terbuka. Membuka diri tanpa kendali adalah resep bencana," ujarnya.

Melindungi masyarakatnya yang rentan bisa menjadi cara untuk menekan angka kematian akibat pandemi. Kasus positif COVID-19 secara global masih terus mengalami penambahan. Pada Minggu (30/8), kasus corona global bahkan melonjak hingga melampaui 25 juta ketika India mencatat rekor tertingginya.

India pada hari tersebut mencatat penambahan kasus baru sebanyak 78.761. Angka ini membuat India melampaui rekor kasus baru tertinggi di Amerika Serikat pada pertengahan Juli lalu, 77.299 kasus. Pusat wabah juga perlahan telah beralih dari Amerika Serikat dan Amerika Latin ke India. Sementara itu, jumlah kematian akibat pandemi ini melampaui 840.000 jiwa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait