Jumlah guru yang positif COVID-19 ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 137 orang. Sejauh ini, sudah ada 3.882 orang Guru SD maupun SMP yang telah dites swab.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 01 September 2020 - 13:38 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif di Surabaya masih terus mengalami penambahan. Termasuk kasus positif di kalangan guru SD dan SMP.
Sebanyak 393 guru SD-SMP se-Surabaya dinyatakan positif corona. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 137 orang. Sejauh ini, sudah ada 3.882 orang Guru SD maupun SMP yang telah dites swab. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto.
"Hasilnya yang sudah keluar sebanyak 3.082 spesimen," kata Irvan, Selasa (1/9). "Dengan 393 positif, 2.675 negatif, dan 12 spesimen invalid."
Selain terhadap guru, tes swab juga dilakukan bagi ibu hamil. Khusus untuk para ibu hamil dilakukan tes di Gelanggang Olahraga (GOR) Pancasila. "Untuk tes swab para Guru SD dan SMP difokuskan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Tes masih terus berlangsung," ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan dari sekian banyak guru yang positif COVID-19, 4 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Mereka memiliki penyakit penyerta.
Sedangkan sampai saat ini, jumlah guru yang sudah dites baru 40 persen dari keseluruhan se-Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para guru untuk bekerja dari rumah.
Adapun tes massal ini dilakukan sekaligus sebagai upaya menyambut persiapan pembelajaran tatap muka jika nanti benar-benar akan diputuskan. Tidak menutup kemungkinan, tes massal juga akan dilakukan pada siswa.
Sementara itu, Surabaya kini kembali berstatus zona merah COVID-19. Adapun status zona merah ini adalah yang ketiga kalinya bagi Surabaya, setelah sebelumnya sempat dua kali berstatus zona oranye.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan jika naiknya status zona ini disebabkan karena masifnya testing yang dilakukan termasuk terhadap para guru ini.
(wk/zodi)