Pernah Tembus 3 Ribu Kasus Sehari, Jokowi Klaim Corona di Indonesia Masih Terkendali
Nasional

Rekor tertinggi kasus harian COVID-19 di Indonesia mencapai 3 ribu lebih kasus dan totalnya sampai Senin (31/8) adalah 174.796 pasien. Namun Jokowi menilai COVID-19 di Tanah Air masih terkendali.

WowKeren - Indonesia sempat mencatatkan lonjakan kasus positif COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan. Tercatat sampai 3 ribu lebih kasus positif dalam sehari, sampai Senin (31/8) kemarin sudah ada 174.796 pasien COVID-19 yang dikonfirmasi.

Namun situasi itu tampaknya tetap memiliki sisi positif di mata Presiden Joko Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut kasus positif COVID-19 di Indonesia masih tergolong terkendali bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Di negara Eropa, kawasan Asia masih terjadi tren peningkatan kasus positif. Kita harus hati-hati," terang Jokowi dalam rapat terbatasnya, Selasa (1/9). "Di negara kita walaupun ada peningkatan di beberapa daerah, tapi kalau dibandingkan negara lain, posisi Indonesia masih relatif terkendali."

Kendati demikian, Jokowi juga mengingatkan soal tingkat kematian pasien COVID-19 Indonesia yang tergolong tinggi. Dilansir dari CNN Indonesia, angka kematian akibat wabah virus Corona di Tanah Air mencapai 4,2 persen, padahal level global hanya berkisar 3,36 persen.


"Untuk kasus meninggal ini hati-hati. Case fatality rate di Indonesia meski turun dari 7,83 persen di April menjadi 4,2 persen bulan ini, kita masih punya PR besar untuk menurunkan," ujar Jokowi, yang dapat disaksikan di akun YouTube Sekretariat Presiden. "Karena masih lebih tinggi dari case fatality rate global. Ini pekerjaan besar kita."

Namun mantan Wali Kota Solo itu tak menutup mata pada tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia yang lebih dari rerata dunia. Tingkat kesembuhan COVID-19 di Tanah Air mencapai 72,1 persen berdasarkan data yang dihimpun sampai akhir Agustus 2020, lebih tinggi daripada dunia yang ada di level 69 persen.

"Alhamdulillah tingkat kesembuhan, case recovery rate meningkat. Pada April lalu 15 persen, kemudian sekarang Agustus 72,1 persen. Jadi ada pergerakan lebih baik, lebih tinggi dari rata-rata dunia yaitu 69 persen," tuturnya.

Jumlah kasus aktifnya pun diklaim menurun oleh Jokowi, yakni dari 77 persen ke 23,69 persen. "Jumlah kasus aktif ini lebih baik dari rata-rata dunia yakni 27 persen," pungkas Jokowi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait