Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat berbicara setelah mendengar laporan ratusan guru di Surabaya dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19), beri saran bijak ini.
- Ruth Meliana
- Rabu, 02 September 2020 - 07:46 WIB
WowKeren - Hasil swab test yang dilakukan kepada ribuan guru Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya sangat mengejutkan. Pasalnya, dari tes massal ini ditemukan sebanyak 393 guru positif terinfeksi virus corona (COVID-19).
Situasi tersebut langsung mendapatkan sorotan tajam dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya. Ketua IDI Surabaya, dr. Brahmana Askandar menjelaskan kasus tersebut adalah peringatan bagi pemerintah untuk tidak tergesa-gesa dalam membuka sekolah tatap muka selama pandemi corona.
Menurutnya, pembukaan sekolah tatap muka harus menunggu waktu yang tepat demi keamanan siswa dan guru. Selain itu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan matang agar tidak terjadi transmisi penularan virus corona dari lingkungan rumah ke sekolah dan begitu pula sebaliknya.
”Kembali ke sekolah memang harus menunggu timing (waktu) yang tepat,” kata dr. Brahmana, seperti dilansir dari Kumparan pada Selasa (1/9). “Jangan sampai nanti terjadi transmisi COVID-19 di sekolah yang bisa mengenai siswa, guru dan keluarga siswa di rumah.”
Brahmana juga mengingatkan pemerintah akan bahayanya memutuskan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah. Ia menyoroti fatalnya dampak COVID-19 jika sampai menulari orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
Bagaimana tidak, risiko kematian akibat virus corona akan semakin tinggi jika sampai menginfeksi orang yang memiliki komorbid. “Data menunjukkan kematian akibat COVID-19 sebagian besar terjadi pada mereka dengan penyakit komorbid,” jelas Brahmana.
Terkait ratusan guru yang terinfeksi virus corona, Brahmana menyarankan untuk segera melakukan isolasi mandiri. Ia juga mengimbau bagi masyarakat yang merasa melakukan kontak dengan guru-guru tersebut untuk segera memeriksakan diri atau melakukan isolasi mandiri.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang terus menggencarkan tes corona secara masif, salah satunya kepada tenaga pendidik. Dilaporkan sudah ada 3.882 orang guru jenjang SD dan SMP yang menjalani swab test.
”Sebanyak 3.082 orang guru hasil tes swab-nya telah keluar,” ujar Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto pada Selasa (1/9). “Positif (sejumlah) 393 orang, yang negatif 2.675.”
(wk/lian)