Trump Tak Mau Temui Keluarga Pria Kulit Hitam yang Ditembak Polisi AS Saat Kunjungi Kenosha
The New York Times/Doug Mills
Dunia

Menurut Presiden berusia 74 tahun tersebut, dia enggan menemui pihak keluarga pria kulit hitam yang ditembak polisi Kenosha, Jacob Blake, karena mereka ingin melibatkan pengacara.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak akan menemui keluarga pria kulit hitam yang menjadi korban tembak polisi, Jacob Blake, saat berkunjung ke Kenosha, Wisconsin. Menurut Trump, dia enggan menemui pihak keluarga karena mereka ingin melibatkan pengacara.

"Saya berbicara dengan pendeta (keluarga) dan saya pikir akan lebih baik tidak melakukan apa pun di mana ada pengacara yang terlibat. Mereka ingin saya berbicara. Mereka ingin melibatkan pengacara dan saya pikir itu tidak pantas," ucap Trump sebagaimana dilansir dari CNN.

Kendati begitu dia tetap berbicara dengan keluarga Blake. Trump kemudian bilang bahwa dia punya perbincangan yang baik dengan pastor keluarga. Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany mengungkap Trump dalam kunjungan hanya bertemu dengan aparat kepolisian dan beberapa pemilik bisnis untuk menaksir kerusakan akibat unjuk rasa buntut penembakan terhadap Jacob Blake.

Sementara itu, pihak keluarga mengatakan bahwa ayah Jacob tidak tertarik berbicara dengan Presiden Trump. Ayah Jacob hanya ingin kesejahteraan dan keadilan bagi puteranya. "Presiden Trump adalah seorang rasis yang memicu ketegangan rasial. Dia telah menimbulkan ketegangan rasial sejak dia berada di Gedung Putih. Mengapa, sebagai paman Jacob, saya ingin berbicara dengannya? Fokus kami adalah pada Jacob dan menyembuhkan komunitas," kata salah satu anggota keluarga Blake.

Kunjungan Trump Kenosha sebenarnya juga tidak mendapat persetujuan Gubernur Wisconsin, Tony Evers. Gubernur dari Demokrat itu meminta Trump untuk tidak mengunjungi Kenosha.


"Saya khawatir kehadiran Anda hanya akan menghambat penyembuhan kami. Saya khawatir kehadiran Anda hanya akan menunda pekerjaan kami untuk mengatasi perpecahan dan bergerak maju bersama," kata Evers dalam sebuah surat kepada Trump, namun diabaikan oleh sang Presiden.

Di sisi lain, insiden penembakan seorang warga kulit hitam Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian.

Usai insiden tersebut, Blake langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi kritis. Blake yang berada dalam kondisi kritis selesai menjalani operasi pengangkatan peluru pada Selasa sore waktu setempat. Laporan terbaru menyatakan bahwa Blake diprediksi bakal lumpuh seumur hidup jika nyawanya berhasil diselamatkan.

Video penembakan Blake sendiri telah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.

Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait