Presiden Prancis Soal Karikatur Nabi Muhammad: Itu Kebebasan Berpendapat
AP Images/Thibault Camus
Dunia

Polemik ini muncul setelah pengadilan Prancis akan mengadili 13 orang tersangka yang diduga terkait dalam serangan terhadap kantor redaksi Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

WowKeren - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan tidak bisa mencampuri keputusan redaksi majalah Charlie Hebdo yang kembali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad S.A.W., yang memicu kecaman dari umat Muslim di dunia. Berdasarkan pernyataan tersebut, Macron lebih memilih untuk bersikap netral.

"Saya pikir sebagai Presiden Republik Prancis saya tidak boleh menilai keputusan editorial dari seorang jurnalis atau staf editorial. Karena ada kebebasan pers yang sangat melekat," ujar Macron kepada awak media di sela-sela kunjungannya di Beirut, Lebanon, sebagaimana dikutip dari CNN pada Rabu (2/9).

"Di Prancis juga ada kebebasan untuk mengutuk yang melekat erat dengan kebebasan hati nurani. Dari sudut pandang itu, saya akan tetap melindungi segala bentuk kebebasan itu, jadi bukan wewenang saya menilai keputusan para jurnalis itu. Saya hanya bisa mengatakan bahwa di Prancis kita bisa mengkritik pemerintah, presiden, dan bahkan mengutuknya," lanjut Macron menambahkan.

Pengadilan Prancis akan mengadili 13 orang tersangka yang diduga terkait dalam serangan terhadap kantor redaksi Charlie Hebdo pada 2015 silam. Insiden ini bermula kala pelaku menyerbu kantor redaksi majalah itu dan melepaskan tembakan senjata api ke arah staf redaksi. Mereka juga menyerang sebuah gerai swalayan makanan halal (kosher) untuk etnis Yahudi.


Para pelaku mengklaim aksi mereka sebagai balasan penerbitan karikatur Nabi Muhammad tersebut. Diketahui, majalah Charlie Hebdo menerbitkan karikatur itu pada 2006 silam. Akibat kejadian itu, 17 orang meninggal termasuk tiga pelaku.

Menurut Macron, dia berharap kejadian itu membuat para penduduk di Prancis saling menghormati pendirian dan sikap satu sama lain, serta tidak terjebak saling mengecam satu sama lain hingga memicu kebencian di antara sesama. "Saya mengatakan karena sepertinya ada yang hilang dari perdebatan yang biasa terjadi di antara kita dan hal itu tidak ada hubungannya dengan 'Charlie' karena sketsa bukan ujaran kebencian," kata Macron.

Tanggapan Macron ini rupanya menuai kecaman dari sejumlah pihak, tak terkecuali Pakistan. "Pakistan mengutuk keras keputusan majalah Prancis, Charlie Hebdo, untuk menerbitkan kembali karikatur Nabi Muhammad SAW yang sangat ofensif," tulis Kementerian Luar Negeri Pakistan.

"Tindakan yang disengaja untuk menyinggung sentimen miliaran Muslim tidak dapat dibenarkan sebagai latihan kebebasan pers atau kebebasan berekspresi. Tindakan tersebut merusak aspirasi global untuk hidup berdampingan secara damai serta kerukunan sosial dan antaragama," kata Kementerian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait