Trump Ancam Potong Dana di Negara Bagian dan Kota Besar AS yang Dikuasai Lawan Politik
Dunia

Presiden berusia 74 tahun tersebut beralasan bahwa ia melakukan kebijakan ini karena pemimpin di sejumlah negara bagian dan kota besar AS membiarkan kekerasan terjadi di sana.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam memotong dana federal ke beberapa negara bagian dan kota besar di AS yang dikuasai oleh partai lawan politiknya, Partai Demokrat. Trump beralasan bahwa ia melakukan hal tersebut karena pemimpin di daerah-daerah itu membiarkan kekerasan terjadi di sana.

Dilansir dari CNN, Gedung Putih telah menginstruksikan agen federal untuk menyiapkan laporan ke Kantor Manajemen dan Anggaran. Gedung Putih menetapkan batas waktu bagi agen tersebut agar membatasi dana federal tidak masuk ke wilayah anarkis.

Kota-kota seperti, New York, Portland, Oregon, Seattle, dan Washington disinggung dalam pengumuman tersebut, namun tidak dengan Minneapolis dan Kenosha, Wisconsin. Di mana dalam beberapa hari belakangan mengalami gejolak akibat penembakan polisi kepada warga kulit hitam. Semua daerah yang disebutkan berada di negara bagian yang lebih kompetitif karena berkaitan dengan pemilihan presiden.

"Pemerintahan saya tidak akan mengizinkan dolar pajak federal untuk mendanai kota-kota yang membiarkan diri mereka memburuk menjadi zona tanpa hukum," bunyi pengumuman tersebut.


"Untuk memastikan bahwa dana federal tidak disia-siakan atau dihabiskan dengan cara yang secara langsung melanggar janji pemerintah untuk melindungi kehidupan, kebebasan, dan properti, sangat penting bahwa Pemerintah Federal meninjau penggunaan dana oleh yurisdiksi yang mengizinkan anarki, kekerasan, dan kehancuran di kota-kota Amerika," lanjut pengumuman itu.

Namun langkah yang diambil Trump atas pemotongan itu diperkirakan akan memicu masalah hukum.

Sebagai informasi tambahan, saat ini isu yang digunakan dalam persaingan kampanye pemilihan presiden semakin beralih ke tema-tema gelap kekerasan dan kekacauan. Isu tersebut menjadi salah satu sorotan di tengah persaingan politik menjelang pemilihan presiden AS antara petahana Trump dari Partai Republik dengan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Terlepas dari hal tersebut, Biden dan Trump memang makin gencar saling melempar kritik jelang pilpres. Debat pertama Pilpres AS antara Donald Trump dan Joe Biden bakal dilaksanakan pada 29 September. Sementara dua debat berikutnya akan berlangsung pada 15 dan 22 Oktober mendatang.

Sementara itu, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Joe Biden akan berpasangan dengan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump dan Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait