Rencana tersebut dilakukan setelah Trump melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengungkapkan rencana untuk menarik pasukannya.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 10 September 2020 - 09:39 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengumumkan lanjutan penarikan pasukan dari Irak dan Afghanistan pada Rabu (9/9) waktu setempat. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan Trump diagendakan mengumumkan rencana lanjutan penarikan pasukan dari Irak dan pengurangan serupa dari Afghanistan.
Dilansir dari CNN pada Kamis (10/9), pejabat senior yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan Trump sempat membahas rencana penarikan dengan jurnalis di pesawat Air Force One pada Selasa (8/9) malam. Rencana tersebut dilakukan setelah Trump melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi pada Agustus lalu. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengungkapkan rencana untuk menarik pasukannya, kendati tidak memberikan jadwal pasti.
AS pada akhir 2011 lalu telah menarik militernya dari Irak. Namun beberapa tahun kemudian AS kembali mengerahkan militernya untuk membantu tentara Irak melawan ISIS yang melakukan serangan pada 2014.
Saat ini, tercatat ada lebih dari 5.000 tentara AS di Irak. Pada Juli lalu, jenderal tertinggi AS untuk Timur Tengah Frank McKenzie mengatakan AS akan tetap mempertahankan tentaranya dalam jumlah yang lebih kecil dari saat ini.
Frank McKenzie mengatakan ia yakin Irak akan menyambut positif kehadiran tentara AS dan koalisi untuk mencegah pejuang ISIS kembali berkuasa.
Sedangkan di Afghanistan, saat ini AS memiliki 8.600 tentara dan berencana untuk menyisakan kurang dari 5.000 tentara setelah kesepakatan damai dengan Taliban. Sebelumnya, dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan rencananya untuk menyisakan sekitar 4.000 hingga 5.000 tentara di Afghanistan saat pemilihan presiden November mendatang.
Kesepakatan AS dan Taliban pada Februari lalu mengharuskan Washington menarik semua pasukannya dari Afghanistan hingga 2021. Di sisi lain, pemerintah Afghanistan diminta membebaskan tahanan Taliban.
Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menekankan dalam pertemuan tersebut penarikan seluruh pasukan AS di Afghanistan hanya akan terjadi setelah misi berhasil diselesaikan.
(wk/luth)