Kasus Corona Harian Tembus 4 Ribu, IDI Langsung Khawatirkan Hal Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia mencatatkan 4.176 kasus positif COVID-19 pada Senin (21/9) kemarin. Pencatatan sampai 4 ribu kasus lebih ini memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi PB IDI.

WowKeren - Bukan lagi di kisaran kepala dua atau tiga, jumlah kasus harian COVID-19 yang dilaporkan Indonesia sudah mencapai empat ribu lebih. Bermula pada Sabtu (19/9) kemarin, pada Senin (21/9) tercatat ada 4.176 kasus positif COVID-19.

Lonjakan kasus positif ini jelas memicu kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah pihak. Namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) rupanya memiliki satu poin yang begitu dicemaskan, yakni perihal fasilitas dan layanan kesehatan.

Ketua Pengurus Besar (PB) IDI, dr Daeng Mohammad Faqih, SH, MH, mencemaskan bila suatu saat penambahan kasus positif COVID-19 bisa melampaui kapasitas layanan kesehatan. Oleh karenanya, Daeng pun mengimbau agar masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, penularan di masyarakat tetap tinggi," ungkap Daeng dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (22/9). "Segiat apapun melakukan penambahan kapasitas suatu saat khawatir juga terlampaui kapasitas itu."


Untuk mencegahnya, Daeng menyebut PB IDI akan berdiskusi dengan organisasi-organisasi kesehatan lainnya. Salah satu tujuannya adalah untuk merancang kampanye protokol kesehatan bagi masyarakat, setidaknya bisa membuat orang-orang menjadi lebih disiplin dalam memakai masker.

Memang apa yang bisa terjadi apabila kapasitas layanan kesehatan sampai overload? Diungkap Daeng, risiko utamanya adalah pasien tidak bisa mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan, yang tentu saja sangat berbahaya apabila kondisinya sudah benar-benar gawat.

Selain itu, tenaga kesehatan pun jumlah dan kapasitasnya terbatas sehingga berisiko untuk jatuh sakit karena faktor kelelahan. Apalagi, imbuh Daeng, sampai saat ini IDI sudah mencatat adanya 117 dokter yang meninggal dunia akibat pandemi COVID-19.

Perihal krisis layanan kesehatan ini memang terus menjadi sorotan nasional beberapa waktu belakangan. Bahkan DKI Jakarta memutuskan untuk membuka satu tower baru di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, yakni Tower 4, demi menampung pasien tanpa gejala (OTG) COVID-19.

Pembukaan tower baru ini dilakukan karena kapasitas ruang isolasi yang tersedia saat ini sudah hampir penuh. Tower 5 yang difungsikan untuk merawat OTG Corona sudah terisi hampir 90 persen, sementara Tower 6 dan 7 untuk pasien bergejala sudah terisi nyaris 80 persen.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts