Berikut 5 Kunci Agar Indonesia Bisa Bangkit Dari Resesi Akibat Pandemi Corona
Rawpixel/Chim
SerbaSerbi
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Bank Dunia memberikan 5 kunci utama kepada Indonesia agar bisa bangkit dan pulih dari hantaman resesi yang disebabkan oleh pandemi virus corona. Berikut saran-saran tersebut.

WowKeren - Indonesia telah dipastikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan mengalami resesi imbas pandemi virus corona. Kepastian ini juga didukung oleh proyeksi ekonomi dari Bank Dunia (World Bank) yang menyebut ekonomi Indonesia akan minus di kuartal III.

Bank Dunia memprediksi jika ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi di tahun 2020 dengan minus 1,6 persen hingga 2 persen. Oleh sebab itu, Indonesia disarankan untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan pasar domestik saja untuk bangkit dari resesi.

Chief Economist East Asia and Pacific dari World Bank, Aaditya Mattoo mengatakan jika Indonesia dapat cepat pulih dari resesi jika pemerintah segera melakukan reformasi struktural di sektor perdagangan. Salah satu cara untuk mempermudah reformasi adalah dengan menggunakan RUU Omnibus Law.

Keuangan

Rawpixel/Ake

”Tapi kabar baiknya adalah pemerintah telah mengambil langkah-langkah dengan Omnibus Law untuk melakukan reformasi,” kata Mattoo dalam Laporan Ekonomi Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober, seperti dilansir dari Detik pada Selasa (29/8). “Tapi di satu sisi, Indonesia juga membutuhkan reformasi trade regime.”

”Indonesia memiliki momentum yang luar biasa, salah satu negara yang memiliki beragam industri manufaktur setelah masa krisis keuangan,” sambungnya. “Namun banyak terjadi kelesuan dan Indonesia belum benar-benar terintegrasi dengan global power chain.”

Meski Indonesia dihantam resesi, namun Bank Dunia positif meyakini perekonomian Indonesia akan pulih pada 2021 mendatang. Adapun prediksi pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai Indonesia di tahun 2021 berada di kisaran level 3 hingga 4,4 persen.

Selain itu, Bank Dunia turut memberikan 5 saran penting bagi Indonesia agar bisa bangkit dari resesi. Berikut merupakan saran-sarannya:

1. Meningkatkan kapasitas pencegahan penyebaran COVID-19

Pasien Corona

Reuters

Saran pertama yang diberikan Bank Dunia adalah pemerintah harus fokus dalam menekan penyebaran virus corona. Penyebaran COVID-19 yang terkendali akan membuat kasus virus corona mulai menurun sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Aktivitas masyarakat yang bisa kembali berjalan tersebut dinilai akan membangkitkan perekonomian Indonesia seperti sedia kala. Pencegahan penularan virus corona juga bisa dilakukan dengan menjalin kerja sama Internasional terkait pengembangan vaksin COVID-19.

2. Mulai reformasi fisikal


Kebangkitan perekonomian dapat dilakukan dengan memulai reformasi fisikal. Pasalnya, reformasi fisikal memungkinkan Indonesia dapat melakukan belanja besar untuk memberikan bantuan tanpa perlu mengorbankan investasi publik.

Saat ini, telah terjadi defisit keuangan besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Defisit ini diprediksi akan meningkatkan hutang pemerintah hingga 7 poin dari nilai PDB pada tahun 2020. Terlebih, hutang dari sektor swasta yang membengkak juha akan menjadi risiko tidak langsung terhadap keuangan pemerintah.

Maka Bank Dunia memberikan saran kepada Indonesia untuk memperluas basis pajak melalui pemungutan pajak penghasilan dan keuntungan yang lebih progresif. Selain itu, Indonesia disarankan untuk mengurangi subsidi energi, dalam beberapa kasus lebih dari 2 persen dari nilai PDB sehingga memungkinkan proses pemulihan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

3. Memperkuat reformasi di bidang perdagangan

Perdagangan

Unsplash/The Ian

Saran ketiga yang diberikan Bank Dunia kepada Indonesia adalah dengan memperkuat sektor perdagangan. Diantaranya adalah memberikan perlindungan pada sektor keuangan, transportasi, dan komunikasi.

Langkah ini dilakukan demi memperkuat produktivitas perusahaan dan pegawainya. Selain itu, cara ini dinilai dapat mendorong masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari peluang digital yang proses kebangkitannya dipercepat karena pandemi virus corona.

4. Memperluas perlindungan sosial

Pengangguran

Unsplash/Chris Murray

Saran selanjutnya adalah dengan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin di Indonesia. Perlindungan di tengah pandemi virus corona ini dapat dilakukan dengan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia sendiri telah memberikan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Bansos ini meliputi dana BLT bagi pekerja hingga bantuan pra kerja bagi masyarakat yang pengangguran maupun mengalami PHK akibat pandemi.

5. Mendukung perusahaan

Bank Dunia juga turut memberikan saran kepada Indonesia agar selalu membeberkan dukungan kepada perusahaan-perusahaan di Tanah Air. Hal ini dilakukan agar mencegah perusahaan tersebut mengalami palilit yang menyebabkan banyak pegawai kehilangan pekerjaan dan meningkatkan angka pengangguran.

Adapun dukungan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan tujuan saat ini dan tidak hanya fokus pada kinerja di masa lampau. Pemerintah juga harus memikirkan potensi perusahaan tersebut untuk berkembang di masa depan agar dukungan dapat membantu Indonesia dalam memulihkan ekonomi di masa mendatang.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts