Mengajarkan anak-anak untuk selalu menjaga kesehatan giginya memang gampang-gampang susah. Padahal kebiasaan ini membantu mencegah karies dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia.
- Putri Stevania
- Senin, 05 Oktober 2020 - 13:34 WIB
WowKeren - Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu aspek penting yang harus dijaga. Enggak hanya bagi orang dewasa saja, sejak dini pun anak-anak harus diajarkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Orangtua bertanggung jawab penuh atas kesehatan gigi dan mulut anak.
Mengajarkan anak-anak untuk selalu menjaga kesehatan giginya memang gampang-gampang susah. Anak-anak kerap kali menolak ketika disuruh menggosok gigi. Selain itu, kurangnya pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan gigi juga membuat anak cenderung lalai.
Padahal kebiasaan ini membantu mencegah karies dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia. Lantas, bagaimana caranya menjaga kesehatan gigi anak? Berikut tim WowKeren rangkum 7 tips yang bisa para orangtua lakukan. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Kurangi Konsumsi Makanan Manis
Anak kecil tentu sangat menyukai makanan manis. Bahkan di usia sekolah, anak akan lebih gemar memakan cemilan manis daripada makan nasi dan lauk. Sebenarnya enggak ada masalah jika anak-anak mengonsumsi makanan manis tersebut. Namun ada baiknya, orangtua membatasi konsumsinya.
Makanan manis diketahui enggak baik untuk kesehatan gigi anak. Makanan ini memang tidak bisa langsung merusak bagian enamel gigi. Gigi berlubang muncul akibat makanan yang mengandung karbohidrat (gula dan pati) tertinggal di gigi yang kemudian bercampur dengan bakteri mulut. Bakteri inilah yang lama-kelamaan membuat gigi anak berlubang.
2. Biarkan Anak Pilih Sikat Dan Pasta Gigi Sendiri
Untuk mengajarkan kebiasaan menggosok gigi pada anak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih peralatan menggosok gigi yang tepat bagi anak. Sikat gigi anak biasanya memiliki bulu sikat yang lebih lembut dan berjarak renggang. Beragam pilihan bentuk dan warna-warni sikat gigi yang lucu dan menarik hati juga banyak di pasaran.
Tidak hanya itu, pasta gigi khusus anak juga biasanya memiliki rasa buah-buahan yang enak. Saat seperti ini, ada baiknya kalian membiarkan anak memilih bentuk sikat gigi dan rasa pasta gigi yang disukainya agar rutinitas menggosok gigi lebih menyenangkan bagi anak. Selain itu, hal ini juga membuat anak semakin bersemangat untuk menggosok gigi.
3. Selalu Minum Air Sesudah Makan Makanan Manis
Bila anak sudah bisa minum air, biasakan untuk mengajarkan anak minum air putih sehabis mengonsumsi makanan atau minuman manis. Tindakan ini bermanfaat untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang berpotensi akan menempel di plak dan menjadi karang gigi pada anak.
Hal ini juga bisa dilakukan pada anak yang masih minum susu dalam botol. Bila anak sudah berusia 6 bulan dan sudah diperbolehkan minum air, biasakan setelah minum susu untuk membilasnya dengan minum air putih. Hal ini karena sisa susu (khususnya susu sufor) dapat menjadi zat pembentuk lubang pada gigi.
4. Penuhi Konsumsi Makanan Berflouride
Meskipun tidak menggunakan pasta gigi berfluoride, anak harus mendapatkan cukup fluoride dan kalsium dari sumber makanan. Keduanya penting untuk mencegah kerusakan gigi. Perkuat gigi susu pada anak dengan rajin memberikan asupan buah dan sayuran yang mengandung flouride.
Kismis merupakan salah satu makanan yang mengandung zat flouride alami yang cukup tinggi. Bahan pangan lainnya yang kaya akan flouride adalah udang, kepiting dan tiram. Buah-buahan seperti jeruk dan stroberi memberikan asupan vitamin C untuk gigi susu, serta susu dan keju yang kaya kalsium mengandung vitamin D yang menjadi asupan yang baik bagi email gigi dan berfungsi sebagai pelindung terhadap bakteri perusak gigi.
5. Ajarkan Flossing dan Rinsing
Ada dua kebiasaan baik untuk kesehatan mulut, yakni membilas mulut dengan kumur dan flossing gigi. Keduanya harus mulai diajarkan pada anak sejak dini. Namun sebelum mengajarkan anak untuk berkumur dengan obat kumur, kalian harus mengajarkan anak berkumur menggunakan air minum dulu. Apabila anak sudah dapat menahan air minum yang dikumur agar tidak tertelan, kalian dapat meminta anak untuk membilas mulutnya dengan obat kumur yang pastinya aman untuk anak-anak.
Selain itu, kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan mulut adalah membersihkan sela-sela gigi menggunakan flossing atau benang gigi. Ajarkan anak mengenai cara flossing gigi dan lakukan hal ini setidaknya satu kali sehari. Dengan begitu, sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan hanya menyikat gigi tetap dapat terjaga kebersihannya.
6. Kontrol Kebiasaan Buruk Anak
Tapi tahukah kalian, pola minum susu dengan menggunakan botol sebelum tidur juga salah satu penyebab gigi susu berlubang loh. Hal ini disebabkan saat tertidur mulut dan gigi terendam susu yang mengandung gula, gula ini akan berubah menjadi asam dan asam inilah yang menyebabkan tumbuhnya bakteri hingga merusak gigi secara menyeluruh. Efek dari kebiasaan ini menyebabkan gigi berubah warna kehitaman pada seluruh gigi anak yang disebut nursing bottle syndrome.
Selain itu, bila si Kecil memiliki kebiasaan menghisap jari, lebih baik ditangani dengan cepat sebelum beranjak dewasa. Kebiasaan menghisap jari dapat menyebabkan maloklusi atau keadaan yang menyimpang dari posisi gigi yang normal, seperti open bite atau tidak adanya kontak gigi seri rahang atas dan rahang bawah.
7. Periksa Gigi Rutin
Salah satu cara menjaga kesehatan gigi bayi adalah dengan melakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi. American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan bayi untuk mulai mendapatkan pemeriksaan di dokter gigi, pada usia 1 tahun, atau ketika gigi pertamanya muncul.
Selain itu, orangtua juga waib mengontrol kebersihan dan kelayakan sikat gigi anak. Bulu sikat gigi yang sudah mekar, tidak efektif dalam membersihkan plak gigi. Jika sudah begini, kalian ebaiknya ganti sikat gigi mereka setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini juga dapat mencegah penularan penyakit dari penumpukan bakteri pada sikat gigi.
Selain menjaga kesehatan gigi, yuk simak artikel ini untuk mengetahui beberapa tips menjaga mata anak agar tetap sehat hingga dewasa. Intip juga berbagai kegiatan tak terduga yang ternyata bisa sebabkan mata minus di sini.