Polisi segera mencari WNI tersebut dengan berbekal rekaman CCTV. Akibat adanya insiden ini, jumlah personel yang berjaga di karantina tersebut ditambah.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:13 WIB
WowKeren - Seorang pria dilaporkan melarikan diri dari tempat karantina virus corona (COVID-10) di Korea Selatan. Untuk melancarkan aksinya itu, pria tersebut nekat menggali lubang di bawah dinding sementara yang ada di fasilitas pemerintah Seoul.
Dilansir dari CNN, pejabat kesehatan Son Young-rae menyebutkan jika pria tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI). WNI tersebut memulai masa karantina sejak 21 September lalu usai masuk ke negara itu dengan visa pelaut.
Pria itu dijadwalkan bebas pada 5 Oktober namun sayangnya ia nekat menggali lubang jalan keluar untuk melarikan diri sehari sebelumnya. Sementara itu, pria tersebut dinyatakan negatif COVID-19 usai menjalani tes. WNI itu juga tidak menunjukkan gejala-gejala COVID-19.
Son mengatakan polisi segera mencari WNI tersebut dengan berbekal rekaman CCTV. Akibat adanya insiden ini, jumlah personel yang berjaga di karantina tersebut ditambah.
"Polisi masih mencari pria itu dan menganalisis rekaman CCTV," jelas Son. "Sejak kejadian itu, kamera CCTV tambahan telah dipasang di fasilitas karantina dan lebih banyak polisi dikirim ke pusat tersebut."
Karantina menjadi prosedur yang harus diterapkan pada WNA yang datang ke Korea Selatan. Negara itu memiliki kebijakan untuk mengurung WNA selama 14 hari semenjak kedatangannya.
Sedangakn kebijakan ini dikecualikan bagi penduduk setempat. Korea Selatan sendiri tengah menghadapi gelombang kasus baru hingga membuat pihak berwenang harus membatasi pertemuan.
Pada awal September lalu Korea Selatan dilaporkan tengah terancam menghadapi gelombang ketiga virus corona. Bahkan saat ini, Negeri Ginseng itu masih memberlakukan pembatasan tingkat 2 demi mencegah penyebaran COVID-19 kian meluas.
Adanya lonjakan kasus dan pembatasan ini berbuntut pada ekonomi Korsel yang merugi. Perekonomian Korea Selatan menyusut 3,2 persen pada periode April-Juni dari kuartal sebelumnya.
"(Beberapa) penurunan tidak bisa dihindari dalam ekonomi riil karena langkah-langkah pencegahan yang diperketat," kata Wakil Menteri Keuangan Kim Yong Beam. Pemerintah bahkan membatasi pengoperasian restoran, kedai kopi, gereja, dan klub malam.
(wk/zodi)