Heboh Dikaitkan Tanda Bencana, Astronom Pastikan Cahaya Merah di Tuban Bukan Lintang Kemukus
Facebook/Info Pekalongan Raya
Nasional

Cahaya merah tersebut juga tidak tepat bila disebut meteor. Sebab, pada umumnya meteor yang sangat terang tidak akan bertahan selama lebih dari 20 detik

WowKeren - Warga Tuban belum lama ini digegerkan dengan sebuah cahaya merah berekor yang membentuk garis vertikal tegak lurus di langit. Cahaya yang muncul pada Sabtu (10/10) malam lalu itu disebut-sebut sebagai lintang kemukus.

Kendati demikian, astronom amatir Marufin Sudibyo punya pandangan lain. Marufin menilai jika jika cahaya yang tampak berekor tersebut bukan lintang kemukus. Ia menduga jika cahaya tersebut merupakan buatan manusia.

"Ditunjang dengan citra satelit cuaca di malam tersebut, maka sementara bisa disimpulkan fenomena itu buatan manusia," kata Marufin seperti pada akun Twitter miliknya. "Produk pemantulan cahaya lampu-lampu kuat di darat ke langit."

Dalam ilmu astronomi, lintang kemukus adalah komet, benda langit yang kaya mengandung es dan bekuan senyawa ringan lainnya. Menurut Marufin, saat ini tidak ada komet yang bisa dilihat dengan mata telanjang di langit.

"Pada saat ini tidak ada komet yang kasat mata hadir di langit kita," jelas Marufin. "Maka cahaya lurus kemerahan itu sama sekali bukan lintang kemukus."


Cahaya merah tersebut juga tidak tepat bila disebut meteor. Sebab, pada umumnya meteor yang sangat terang tidak akan bertahan selama lebih dari 20 detik.

"Cahaya tersebut juga bukan meteor, karena muncul dalam waktu yang cukup lama (hampir sejam)," ujarnya lagi. "Sementara meteor paling terang sekalipun takkan berumur lebih dari 20 detik."

Lebih jauh, ia mengatakan jika berdasarkan analisis sementara yang dilakukan, cahaya merah tersebut kemungkinan pilar cahaya. Yang mana, kandidat terkuat yang diyakini sebagai sumber adalah kompleks PLTU Tanjung Awar-Awar yang terletak di pesisir Tuban.

Pilar cahaya bisa terbentuk jika terdapat media pemantulan, dalam hal ini awan Cirrus. Awan ini mengandung komponen partikel es mikro berbentuk lempengan hingga bisa memantulkan cahaya dengan baik.

Cahaya kuat dari darat akan dapat dilihat dari tempat yang jauh," jelasnya. "Karena terpantulkan oleh partikel-partikel es mikro tersebut dan tampak sebagai fenomena mirip pilar."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait