Ini Saran Bijak Psikolog Untuk Hadapi Orang Yang Tak Percaya COVID-19
Health
COVID-19 di Indonesia

Banyak orang masih menyepelekan bahaya virus corona hingga tidak mempercayai jika COVID-19 benar-benar ada. Psikolog lantas memberikan saran untuk menghadapi orang-orang tersebut.

WowKeren - Virus corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 38 juta orang di dunia dan menjadi perhatian global. COVID-19 dinilai sebagai virus yang cukup berbahaya karena telah menewaskan lebih 1 juta orang di berbagai negara. Meski demikian, rupanya masih banyak orang yang menyepelekan hingga bahkan tidak mempercayai jika virus corona itu benar-benar ada.

Hal ini terlihat dari munculnya gerakan anti masker di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, banyak aksi serupa yang terjadi. Mulai dari perebutan paksa jenazah COVID-19 hingga melakukan bully pada petugas medis yang lengkap menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kondisi ini mendapatkan perhatian dari seorang psikolog asal Tanah Air bernama Liza Marielly Djapri. Ia mengaku turut memantau perilaku sebagian masyarakat Indonesia yang menganggap virus corona hanyalah bualan belaka.

Oleh sebab itu, Liza memberikan saran bagi masyarakat untuk terus merangkul orang yang tidak mempercayai COVID-19. Hal ini bisa dilakukan dengan berusaha memberikan pemahaman berdasarkan fakta-fakta yang ada mengenai bahaya virus corona.


Menurutnya, orang yang tidak mempercayai virus corona hanya ingin didengar pendapatnya. Karena itu, cara terbaik untuk memberikan pemahaman adalah dengan mengajak diskusi secara benar dan santai.

"Ada cara baik yaitu edukasi yang tepat dengan cara diajak ngobrol," kata Liza dalam webinar Penanganan COVID-19 yang diadakan lembaga survei KedaiKOPI, seperti dilansir dari Republika pada Rabu (14/10). "Mereka ini hanya ingin didengar pendapatnya."

Berkaca pada kajian psikologis, Liza menjelaskan jika edukasi mengenai bahaya virus corona harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Ia turut menyoroti adanya sanksi bagi orang-orang yang tidak percaya dengan COVID-19.

Liza menyayangkan jika sanksi bagi orang yang tidak mempercayai bahaya virus corona adalah dengan mempermalukan mereka. Ia berpendapat ada sejumlah alasan yang membuat orang tidak peduli dengan virus corona, salah satunya adalah faktor ekonomi.

"Jangan sanksi yang menjadikan mereka bahan lelucon, misal mereka (orang tak percaya Covid) malah mengunggahnya ke media sosial untuk dipermalukan," ujar Liza. "Banyak yang tidak peduli dengan bahaya, karena mereka lapar dan harus memenuhi kebutuhan hidup. Mereka ingin memenuhi kebutuhannya dan keluarganya."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts