Ilmuwan Bikin Perban Mewah, Bahannya dari Sutra Hingga Bertabur Berlian
SerbaSerbi

Pembalut ini terbuat dari sutra dan nanodiamond yang mampu secara efektif mendeteksi suhu luka dan tanda awal infeksi, hingga mempercepat penyembuhan luka.

WowKeren - Para ilmuwan telah berinovasi untuk mengembangkan perban yang tak biasa. Perban ini mampu mendeteksi infeksi dan mendukung penyembuhan luka bakar, cangkok kulit, maupun luka kronis.

Pembalut ini terbuat dari sutra dan nanodiamond yang mampu secara efektif mendeteksi suhu luka, tanda awal infeksi, hingga mempercepat penyembuhan dan mengurangi infeksi dari bakteri tertentu. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Asma Khalid dari RMIT University.

Peneliti senior Profesor Brant Gibson mengatakan jika inovasi ini bisa menjadi solusi masa depan dalam perawatan dan penyembuhan luka. Selama ini, para tenaga medis harus secara manual mengecek perban pasien setiap hari untuk menghindari tanda-tanda infeksi.

"Penatalaksanaan luka tradisional menghadirkan tantangan yang signifikan bagi para dokter," kata Grant dilansir Science Daily, Minggu (18/10). "Yang harus secara teratur memeriksa infeksi dengan mencari tanda-tanda kemerahan, panas dan bengkak,” katanya.


Sehingga kehadiran perban pintar ini diharapkan mampu meringankan beban tersebut. "Teknologi baru ini akan membantu dokter untuk mendeteksi infeksi lebih awal dan non-invasif tanpa prosedur pelepasan balutan yang menyakitkan," kata Brant.

Selain itu, perban pintar ini digadang-gadang mampu memantau kondisi luka secara akurat. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Rekan peneliti dan spesialis luka di Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Australia Selatan (SAHMRI), Dr Christina Bursill.

"Sebagai pengukuran suhu luka non-invasif, teknologi baru ini memberikan cara yang sangat akurat untuk memantau kualitas luka," ujarnya. "Dibandingkan dengan metode penilaian visual yang sangat subjektif."

Asma Khalid kemudian menjelaskan tujuan menanamkan berlian pada perban. Untuk menggabungkan kemampuan penginderaan panas, tim beralih ke berlian yang dapat mendeteksi suhu biologis ke tingkat yang sangat tepat. "Dengan menanamkan nanodiamond ke dalam serat sutra menggunakan proses electrospinning, kami dapat mengembangkan pembalut luka alami yang dapat mendeteksi infeksi," jelas Asma.

Dengan mengetahui perubahan suhu maka pemantauan luka bisa dilakukan tanpa berkontak langsung dengan pasien. "Kemampuan penginderaan panas membuka kemungkinan pemantauan luka tanpa kontak oleh dokter yang dapat memperoleh informasi tentang status luka dari pembacaan suhu nanodiamond," jelasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts