Sikap Krisdayanti Tegang Saat Bahas Aurel-Azriel, Pakar Ekspresi Ungkap Tekanan Stres
Instagram
Selebriti

Pakar ekspresi sempat menyorot bahasa tubuh Krisdayanti yang terlihat masih tegang ketika membahas Aurel-Azriel. Menurut pakar ekspresi, inilah makna dibalik ekspresi maupun gerak-gerik KD di vlog Kak Seto.

WowKeren - Krisdayanti sudah hampir setahun "perang dingin" dengan kedua anak kandungnya, Aurel Hermansyah dan Azriel Hermansyah. Setelah beberapa bulan pasca insiden saling sindir, KD akhirnya mau buka suara.

KD menilai kalau tak ada ruginya jika ia terus marah dan kecewa. Meski begitu, KD mengakui hubungan dengan Aurel dan Azriel masih renggang.

"Kita mau marah bisa-bisa saja, tapi sepertinya buang energi," ujar KD pada Kak Seto. "Saya sekarang dalam posisi, kadang kita perlu diam supaya punya strategi bicara dan pola asuh untuk bisa lebih baik lagi. Jadi posisinya sekarang silent treatment. Kita yakin akan ada momen yang indah nanti pada waktunya. Saya enggak pernah merasa kecil hati atau marah. Saya hanya perlu waktu diam saja."

Ketika ditanya soal rencana Aurel menikah dengan Atta Halilintar, KD juga mengaku belum ada pembicaraan soal itu. "Katanya gitu Pak, cuma ya, ya itu lah tadi, diamnya saya mungkin mereka juga belum ada waktu dan kesempatan untuk ngomongin itu," kata KD. "Semoga lancar," harap Kak Seto. "InsyaAllah," seru KD.


Sementara itu, obrolan KD dan Kak Seto sempat menuai sorotan pakar ekspresi Kirdi Putra. Walau sudah belajar merelakan, Kirdi melihat KD masih gelisah dan penuh tekanan.

"Spesifik ketika KD bicara tentang anaknya, jadi lebih hati-hati, ritmenya, pressure-nya jadi tek tek tek, tangannya mengatung seperti ini," kata Kirdi. "Dan begitu dia menjelaskan, pelan-pelan, yang dilakukan adalah dia melakukan grooming gesture, adalah dia menyentuh beberapa bagian yang aksesoris pelengkap, misal cincin, dipegang sama dia kalau kita perhatikan."

Kirdi juga melihat KD belum terbiasa berbicara hal pribadi terutama menyangkut masalah dengan anak-anak. Ia tampak berhati-hati agar tak memicu masalah baru.

"Itu pengalihan terhadap penanda stres. Bisa berarti, satu, ada yang disembunyikan. Dua, tidak merasa nyaman. Tiga, dia merasa waspada atau berhati-hati," kata Kirdi. "Tentu saja dia tidak merasa nyaman untuk cerita semua. Bahwa dia waspada untuk hati-hati terhadap kata-kata yang diucapkan, kenapa? Daripada jadi masalah lagi."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts