Hasil sejumlah polling menunjukkan jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalah unggul dari lawannya, Joe Biden di Pilpres AS. Meski demikian, Trump secara tegas menolak hasil itu.
- Ruth Meliana
- Selasa, 03 November 2020 - 10:03 WIB
WowKeren - Sejumlah lembaga polling di Amerika Serikat telah mengeluarkan hasil survei mereka terhadap kandidat calon presiden (capres) yang maju di Pemilu AS 2020. Hasilnya, capres dari Partai Demokrat Joe Biden lebih unggul dari Presiden AS Donald Trump.
Menanggapi hasil tersebut, Trump dengan tegas menolak hasil polling yang menunjukkan dirinya kalah dari penantangnya. Ia bahkan menyebut polling yang memprediksi kemenangan Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun ini, sebagai 'polling palsu'.
Dilansir dari AFP, pernyataan tersebut dilontarkan Trump saat ia dan Biden bersaing menggelar kampanye di swing states atau negara bagian yang menjadi lokasi perebutan suara sengit untuk kedua capres. Salah satunya adalah Pennsylvania.
Sebagai informasi, Trump berhasil meraih suara terbanyak dalam Pilpres 2016 di Pennsylania. Namun, Pilpres 2020 menunjukkan hasil berbeda menurut polling, dimana Biden berhasil meraup keunggulan tipis atas Trump di Pennsylania.
Kini, Trump melakukan kampanye di North Carolina dan Delaware, negara bagian asal Biden pada Senin (2/10) waktu setempat. Dalam kampanyenya, ia menyoroti hasil sejumlah polling yang menunjukkan dirinya kalah unggul dari Biden. Ia menganggap hasil enam polling yang menyebut jika Biden unggul dengan rata-rata meraih 50 persen suara lebih sebagai kepalsuan.
"Saya mengamati polling-polling palsu ini," sebut Trump di hadapan pendukungnya seperti dilansir dari CNN, Senin (3/11) waktu setempat. "Lagipula kita akan menang."
Secara percaya diri, Trump berusaha membangkitkan semangat kemenangan di hadapan pendukungnya. Ia turut mengingatkan situasi pada Pilpres 2016 silam yang hampir sama dengan sekarang.
Saat itu, ia diprediksi kalah dari lawannya yang merupakan capres Partai Demokrat, Hillary Clinton. Tak disangka, Trump akhirnya mendapatkan kemenangan yang mengejutkan dan berhasil menjadi Presiden AS meski digadang-gadangkan kalah. Oleh sebab itu, ia mengajak para pendukungnya dan masyarakat AS untuk menggunakan hak suara mereka sebaik-baiknya.
"Anda memilih orang luar sebagai Presiden yang akhirnya menempatkan Amerika sebagai yang terutama," ujar Trump. "Keluar dan memilihlah (melakukan voting), itu saja yang saya minta."
Sebelumnya, dilaporkan lebih dari 90 juta orang di AS telah memberikan suaranya lebih awal lewat early voting atau pemungutan suara awal. Berdasarkan perkiraan dari US Elections Project, setidaknya 150 juta orang di AS akan memberikan suaranya dalam pilpres 2020. Angka ini melampaui data pilpres 2016 di mana lebih dari 133 juta orang memberikan suaranya dalam pilpres.
(wk/lian)