Ada Sinyal Misterius Tertangkap di Galaksi Bima Sakti, Punya Alien?
SerbaSerbi

Untuk pertama kalinya, para astronom mampu mengamati ledakan FRB di Bima sakti. FRB ini lebih dekat dari FRB mana pun yang pernah terdeteksi sebelumnya.

WowKeren - Astronom baru-baru ini telah mendeteksi adanya semburan sinyal radio misterius di Galaksi Bima Sakti. Fast Radio Burst (FRB) merupakan semburan atau ledakan sinyal radio yang sangat pendek namun kuat dan berasal dari sumber yang jauh di ruang angkasa.

Dilansir dari Independent UK, Jumat (6/11) semburan ini berlangsung hanya sepersekian detik tetapi bisa 100 juta kali lebih kuat dari Matahari. Kendati demikian sumbernya tidak dapat diketahui.

Namun untuk pertama kalinya, para astronom telah mampu mengamati ledakan FRB di Bima Sakti. Selain lebih dekat dari FRB mana pun yang pernah terdeteksi sebelumnya, mereka akhirnya bisa membantu memecahkan misteri dari mana asalnya.


Namun dikarenakan durasi ledakan yang sangat pendek, para astronom cukup kesulitan untuk mendeteksi asal usul ledakan secara presisi. Yang jelas, ledakan ini terbentuk melalui sejumlah kondisi paling ekstrim di alam semesta.

Selama ini teori yang diyakini sebagai penyebab atau sumber ledakan ini adalah bintang sekarat atau pun sinyal alien. Ilmuwan yang menemukan FRB tersebut, menduga jika sumber semburan energi berasal dari magnetar atau bintang yang memiliki medan magnet sangat kuat.

"Ada misteri besar tentang apa yang akan menghasilkan ledakan energi yang luar biasa ini, yang sampai sekarang telah kita lihat datang dari separuh alam semesta," kata Kiyoshi Masui, asisten profesor fisika di MIT, yang memimpin analisis tim tentang tingkat kecerahan FRB. "Ini adalah per tama kalinya kami dapat menghubungkan salah satu semburan FRB eksotis ini ke satu objek astrofisika."

FRB ini rupanya mulai terdeteksi sejak 27 April lalu. Kala itu, para peneliti menemukan beberapa sinar-X dan emisi sinar gamma yang berasal dari magnetar di ujung lain Bima Sakti. Lalu berikutnya, mereka mengamati benda langit tersebut dan menangkap ledakan yang dikenal sebagai FRB 200428. Kendati demikian, studi yang diterbitkan di jurnal Nature ini mungkin masih belum menjelaskan semua FRB yang ada.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait