Donald Trump juga langsung menunjuk Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, Christopher Miller, untuk menggantikan Mark Esper sebagai Menteri Pertahanan AS selanjutnya.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 10 November 2020 - 08:24 WIB
WowKeren - Donald Trump secara mengejutkan memecat Menteri Pertahanan AS, Mark Esper. Tak hanya itu, Trump juga langsung menunjuk Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, Christopher Miller sebagai pengganti Esper.
Trump mengatakan penunjukan Miller untuk menggantikan posisi Esper sudah dikonfirmasi oleh Senat. Menurutnya, Miller akan melakukan pekerjaan hebat.
"Mark Esper telah dihentikan. Saya ingin berterima kasih atas jasanya," tulis Trump lewat akun Twitter miliknya. "Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Christopher C. Miller, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional yang sangat dihormati (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Penjabat Menteri Pertahanan, berlaku segera."
Dilansir dari CNN, hubungan Esper yang semakin tegang dengan Trump membuatnya menyiapkan surat pengunduran diri beberapa minggu lalu. Ester memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Trump sejak beberapa bulan ke belakang.
Hubungan mereka makin memburuk setelah Esper mengatakan pada bulan Juni bahwa dirinya tak mendukung penggunaan pasukan tugas aktif untuk memadamkan protes berskala besar di seluruh Amerika Serikat yang dipicu oleh kematian George Floyd di tangan polisi. Dia juga mengatakan pasukan militer digunakan dalam penegakan hukum hanya sebagai upaya terakhir.
Di sisi lain, Mark Esper sendiri merupakan kepala Pentagon keempat dalam empat tahun terakhir selama masa pemerintahan Trump. Ia dipecat setelah 16 bulan tetap menunduk secara politik ketika dirinya tengah mencoba reformasi mendasar pada birokrasi Pentagon besar-besaran dan berusaha untuk membentuk kembali postur pertahanan AS di seluruh dunia untuk fokus pada ancaman Tiongkok.
Tetapi Trump marah ketika Esper menolak tekanan untuk mengerahkan pasukan federal meredam kerusuhan sipil, dan juga memperlambat keinginan Trump untuk penarikan penuh pasukan AS dari Afghanistan dengan cepat, sementara kekerasan berlanjut di negara itu.
Sementara itu, Miller berkarir sebagai tentara selama 31 tahun. Ia pernah tempatkan di Afghanistan pada 2001 dan Irak pada 2003 dengan pasukan khusus. Setelah pensiun, ia menjadi konsultan operasi klandestin dan intelijen pemerintah.
Pada 2018-2019, Miller menjadi penasihat Gedung Putih untuk kontraterorisme dan ancaman transnasional. Kemudian Miller diangkat menjadi wakil asisten menteri pertahanan untuk operasi khusus pada 2019. Miller lantas diangkat menjadi direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional pada Agustus 2020 lalu.
(wk/luth)