Twitter mengatakan bahwa pada 20 Januari 2021 nanti atau saat jadwal pelantikan presiden terpilih Joe Biden, akun pribadi Trump akan kehilangan hak istimewa yang mereka berikan.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 11 November 2020 - 13:22 WIB
WowKeren - Presiden AS Donald Trump hanya memiliki waktu hingga Januari 2021 untuk mencicit tanpa dibatasi dengan aturan Twitter. Pasalnya, Twitter mengatakan bahwa pada 20 Januari nanti atau saat jadwal pelantikan presiden terpilih Joe Biden, akun pribadi Trump akan kehilangan statusnya sebagai akun pemimpin dunia.
Di Twitter, para pemimpin dunia memang mendapatkan hak istimewa. Cuitan yang biasanya akan dihapus atau mendapat sanksi hanya diberi informasi tambahan dari Twitter. Pengguna Twitter akan tahu meskipun pemimpin itu melanggar aturan Twitter, cuitan mereka tetap aktif. Hal itu karena Twitter percaya cuitan dari para pemimpin dunia adalah untuk kepentingan publik, bahkan ketika mereka melanggar pedomannya.
"Fungsi penting dari layanan kami adalah menyediakan tempat di mana orang dapat secara terbuka dan publik menanggapi pemimpin mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka," kata juru bicara Twitter.
"Dengan mengingat hal ini, ada kasus-kasus tertentu yang mungkin menjadi kepentingan publik untuk memiliki akses ke cicitan tertentu, bahkan jika cuitan tersebut melanggar aturan kami," lanjutnya.
Kebijakan tersebut berlaku untuk para pemimpin dunia saat ini. Twitter sendiri mulai mengambil tindakan terhadap cuitan Trump pada 26 Mei, di mana platform tersebut menerapkan label pengecekan fakta ke dua kicauan yang menuduh surat suara California akan menjadi sasaran penipuan.
Dua hari kemudian, Twitter mengambil tindakan terhadap cuitan Trump tentang aksi demo menuntut keadilan untuk George Floyd di Minneapolis. Kala itu, cuitan Trump dianggap melanggar aturan Twitter lantaran berisi seruan untuk melakukan kekerasan.
Menjelang pemilu, Twitter mulai menerapkan pembatasan pada cuitan yang dianggap melanggar kebijakan integritas sipil. Banyak dari cuitan itu merinci klaim presiden yang tidak berdasar bahwa pemungutan suara melalui surat adalah penipuan.
Sejak hari pemilihan presiden pada 3 November lalu, platform berlogo burung biru tersebut telah mengambil tindakan terhadap banyak cuitan Trump. Beberapa hanya memiliki verifikasi fakta di sampingnya, sementara yang lain berada di belakang blok klik-tayang yang memperingatkan pengguna: "Beberapa atau semua konten yang dibagikan di cuitan ini disengketakan dan mungkin menyesatkan tentang pemilihan atau proses sipil lainnya."
Tidak jelas berapa lama akun Trump dapat bertahan setelah 20 Januari. Tetapi jika Trump terus membuat cuitan seperti yang dia lakukan selama ini, tidak menutup kemungkina kalau akunnya akan ditangguhkan.
(wk/luth)