Bisa 'Selamatkan' RI dari Resesi, Orang Kaya Justru Masih Was-Was Belanja
Unsplash/Raden Prasetya
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Minimnya keinginan untuk berbelanja terlihat dari masih sepinya pengunjung mal meski pemerintah telah membuat kebijakan untuk kembali membukanya di tengah pandemi.

WowKeren - Masyarakat golongan menengah ke atas diprediksi masih menahan diri untuk menahan belanja di tengah pandemi seperti sekarang ini. Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan jika salah satu penyebabnya adalah karena mereka khawatir dengan pandemi yang belum bisa diatasi.

Minimnya keinginan untuk berbelanja terlihat dari masih sepinya pengunjung mal meski pemerintah telah membuat kebijakan untuk kembali membuka mal di tengah pandemi. Padahal, peningkatan konsumsi dari orang kaya dianggap bisa memicu konsumsi untuk menggerakkan roda perekonomian hingga mampu membantu mengerek Indonesia dari jurang resesi.

"Padahal pemerintah sudah jauh hari melakukan pembukaan mal, tetapi jumlah kunjungan belum kembali seperti sebelum pandemi," kata Yusuf dilansir Detik, Sabtu (14/11). "Ya, karena kelompok 20 persen (orang kaya) teratas ini masih khawatir atau was-was."

Yusuf menilai jika orang kaya lebih cenderung untuk menahan diri tidak berbelanja ataupun pergi ke luar negeri di tengah pandemi. Sebab mereka mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meski hanya tinggal di rumah selama pandemi.


Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Reza Yamora Siregar. "Banyak studi, termasuk yang dilakukan oleh IMF (International Monetary Fund), menunjukan juga penurunan spending di sektor travel (perjalanan) dan recreational (liburan)," kata Reza masih dilansir Detik.

Cara yang bisa dilakukan agar orang kaya mau menggenjot belanja mereka adalah dengan mengatasi pandemi corona itu sendiri. Kemampuan pengendalian COVID-19 bisa mendorong kembali kepercayaan dari masyarakat kalangan atas.

"Untuk jangka pendek, pengendalian COVID-19 merupakan satu faktor penting yang dapat mendorong kembali kepercayaan rumah tangga (terutama kelas menengah ke atas)," tutur Reza lagi. "Keyakinan kelompok menengah ke atas ini sangat tergantung dengan bagaimana COVID-19 ini dapat diatasi."

Sebelumnya BPS juga mengatakan jika masyarakat kelas menengah ke atas masih menahan konsumsi di tengah pandemi. Hal itu disebabkan karena kondisi seperti sekarang ini masih penuh ketidakpastian.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts