Merapi Siaga, Perhatikan Cara Evakuasi Sebelum-Sesudah Gunung Meletus Beserta Dampaknya
SerbaSerbi

Status Merapi Siaga, perhatikan prosedur evakuasi sebelum hingga sesudah gunung meletus demi keselamatan nyawa. Tak hanya itu, pahami dampak bahaya letusan gunung berapi.

WowKeren - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) pada 5 November lalu. Pemerintah setempat pun langsung menyiapkan proses evakuasi dan tempat pengungsian.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang mengungsi telah menembus 1.831 jiwa hingga Minggu (15/10). Para pengungsi didominasi oleh kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, hingga orang sakit.

”Sebagian besar warga merupakan kelompok rentan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (16/11). “Seperti lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas maupun mereka yang sakit.”

Situasi siaga Gunung Merapi ini tentunya harus disikapi masyarakat setempat dengan serius demi keselamatan nyawa. Salah satunya adalah dengan memahami prosedur evakuasi sebelum, saat, hingga sesudah Gunung Merapi meletus.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Magelang dalam laman resmi mereka telah merilis prosedur evakuasi Gunung Merapi. Tak hanya itu, PPID turut menjelaskan apa saja dampak bahaya dari letusan Gunung Merapi yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Persiapan Menghadapi Letusan Gunung Merapi

Jalur Evakuasi

Berbagai Sumber

PPID telah merilis persiapan menghadapi letusan Gunung Merapi yang bisa dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Berikut merupakan 4 persiapan menghadapi letusan Gunung Merapi:

1. Kenali daerah setempat untuk menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.

2. Membuat perencanaan penanganan bencana.

3. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan.

4. Mempersiapkan kebutuhan dasar (Logsitik).

Jika Terjadi Letusan Gunung Merapi

Pakai Masker

Berbagai Sumber

Pemerintah turut menjelaskan prosedur penyelamatan diri yang bisa dilakukan oleh masyarakat saat Gunung Merapi meletus. Berikut 8 cara evakuasi dan tindakan penyelamatan diri dalam kondisi darurat saat Gunung Merapi meletus:

1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas.

2. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.

3. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi, dll.

4. Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang, dll.

5. Jangan memakai lensa kontak.

6. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.



7. Saat turun awan panas usahakan untuk menutupi wajah dengan kedua belah tangan.

8. Masuk kedalam tempat perlindungan terdekat yang telah disediakan (bunker), bangunan yang beratap kuat, goa, dsb.

Setelah Terjadi Letusan Gunung Merapi

Hujan Abu

Berbagai Sumber

PPID menerangkan tidak hanya prosedur sebelum dan saat Gunung Merapi meletus saja yang penting untuk diperhatikan. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan tidak menyepelekan kondisi meski Gunung Merapi sudah meletus. Berikut 4 prosedur evakuasi atau penyelamatan diri yang harus dipertahikan setelah letusan Gunung Merapi:

1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.

2. Bersihkan tempat dari timbunan abu.

3. Hindari berkendara didaerah terkena hujan abu, karena bisa merusak mesin motor, rem, transmisi hingga pengapian.

4. Ikuti informasi melalui sumber informasi yang ada (radio/tv) atau kontak instansi terkait.

Dampak Letusan Gunung Merapi

Letusan Merapi

Berbagai Sumber

PPID juga turut memaparkan dampak letusan Gunung Merapi di sejumlah sektor, dari kesehatan, alam, hingga infrastruktur. Berikut 9 dampak letusan Gunung Merapi yang harus diwaspadai masyarakat:

1. Gangguan Pernafasan dan penglihatan.

2. Pencemaran sumber air bersih.

3. Menyebabkan badai listrik.

4. Mengganggu kerja mesin dan kendaraan bermotor.

5. Merusak atap rumah dan ladang.

6. Mengubah infrastuktur.

7. Kebakaran hutan dan lahan.

8. Korban jiwa akibat aliran lava, awan panas, banjir lahar.

9. Jatuhan pasir dan batu.

(wk/lian)


You can share this post!


Related Posts