Sri Mulyani Sebut RI Bisa Jadi Negara Maju Asal Pertumbuhan Ekonomi Tembus Angka Segini
Instagram/smindrawati
Nasional

Menurut wanita yang akrab disapa Ani ini, setidaknya ekonomi Indonesia harus tumbuh 8 persen year on year (yoy) secara berkelanjutan untuk bisa lepas dari status 'middle income trap'.

WowKeren - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengungkap potensi Indonesia untuk bisa menjadi negara maju. Hal ini tentu harus didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Untuk bisa menjadi negara maju, ada syaratnya. Menurut wanita yang akrab disapa Ani ini, ia menaksir setidaknya ekonomi Indonesia harus tumbuh 8 persen year on year (yoy) secara berkelanjutan. Dengan begitu, Indonesia bisa melepas status sebagai negara middle income trap.

Untuk bisa meraih tujuan ini, Indonesia bisa belajar dari negara tetangga sesama di Asia Tenggara. Sebut saja Singapura. Negara kecil ini mampu mengalami lompatan pertumbuhan ekonomi sejak 1971 hingga 1979 dengan besaran yang dijaga di 8 persen.

Kondisi ini bahkan terus bertahan sampai tahun 1990. Hingga pada akhirnya Singapura mampu melepaskan diri dari status negara middle income trap. Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam seminar bertema Indonesia Emas 2045: Lulus dari Middle Income Trap, Jumat (27/11).


"Oleh karena itu, kita perlu benar-benar bekerja secara detail dan betul-betul memiliki determinasi," jelas Sri Mulyani. "Untuk mengatasi masalah struktural yang biasanya menghambat negara lebih maju pendapatannya."

Lebih jauh, stabilitas ekonomi makro harus tetap dijaga. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya alam. Lalu perlu didukung dengan infrastruktur. Lalu yang ketiga adalah birokrasi yang sederhana.

"Tantangan mengelola ekonomi bukan yang sederhana, karena ekonomi tidak berjalan linier seperti kita berjalan di jalan tol," ujarnya lagi. "Kita melihat di dalam mengelola ekonomi banyak tantangan yang sering terjadi seperti krisis-krisis sebelumnya."

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan jika dampak terburuk dari pandemi COVID-19 sudah berakhir. Meski masih berada di zona negatif, namun perekonomian Indonesia disebutnya sudah mulai pulih di kuartal III tahun ini."Kita melihat yang terburuk telah berakhir, terutama pada kuartal II tahun ini ketika kontraksi sangat dalam," kata dia di Jakarta, Rabu (18/11).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts