Pulihkan Sektor Wisata, Menhub Siapkan Fasilitas Khusus untuk 5 Bali Baru
pixabay.com
Nasional

Pembangunan fasilitas khusus tersebut dimaksudkan untuk memastikan para turis mancanegara yang merupakan konsumen potensial bisa terakomodir kebutuhannya

WowKeren - Pariwisata Indonesia perlu memulihkan diri usai terdampak pandemi COVID-19. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya siap mendukung hal itu.

Hal itu dilakukan melalui pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung akses ke destinasi pariwisata super prioritas atau Lima Bali Baru. Oleh sebab itu, Kemenhub akan berinvestasi untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Misalnya seperti bandara atau pelabuhan. Hal itu disampaikan oleh Menhub Dalam gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi, Jumat (27/11).

"Bahkan tidak terbatas pada pembangunan tetapi juga bagaimana konektivitas antara kota dengan obyek wisata," kata Budi. "Antara bandara dengan kota, dan ini harus kita lakukan bersama."

Sektor pariwisata menjadi salah satu andalah dalam memulihkan perekonomian di Indonesia. "Pendek kata, sektor pariwisata akan menjadi satu sasaran atau upaya kami mendukung upaya pemulihan ekonomi,” lanjutnya.


Di destinasi wisata Lima Bali Baru itu nantinya, akan dibangun sistem dan fasilitas. Hal ini untuk memastikan para turis mancanegara yang merupakan konsumen potensial bisa terakomodir kebutuhannya.

Ia kemudian mencontohkan Sulawesi Utara. Di provinsi ini, ada destinasi yang berpeluang untuk menggaet wisatawan dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea. Oleh sebab itu pihaknya akan berusaha mengakomodir fasilitas seusai dengan kebutuhan turis yang potensial.

"Pertama kita bicara mengenai Sulawesi Utara, disana ada satu potensi wisatawan dari Asia Timur seperti Cina, Jepang, Korea," ujarnya menjelaskan. "Secara sistematis, kami membuat fasilitas-fasilitas yang ada di Manado itu untuk mengakomodasi turis dari Jepang, China, Dan Korea."

Lain lagi dengan Kualanamu. Karena destinasi ini berpotensi menjadi destinasi wisatawan dari India maka fasilitasnya juga akan disesuaikan. "Sebaliknya, Kualanamu berada dekat dengan India, oleh karenanya kita membuat fasilitas-fasilitas yang mengakomodasi turis dari India," tuturnya.

Sedangkan untuk daerah dengan potensi luar biasa, pemerintah akan membuat konektivitas langsung penerbangan internasionalnya. Misalnya seperti Yogyakarta dan Labuan Bajo. Rencananya, Labuan Bajo akan terkoneksi langsung dengan Australia sedangkan Yogyakarta selain dengan Australia juga dengan Eropa dan Amerika.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts