Program 'Bizz Update' iNews TV Ditegur KPI Gara-Gara Tampilkan Cerita Raffi Ahmad Yang Satu Ini
Instagram/raffinagita1717
TV

Program acara infotainment 'Bizz Update' di iNews mendapatkan teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia lantaran menampilkan sisi cerita kehidupan Raffi Ahmad berikut ini!

WowKeren - Baru-baru ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan teguran tertulis pada program acara infotainment “Bizz Update” di iNews TV. Teguran tersebut diberikan lantaran ditemukan adanya pelanggaran aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Adapun pelanggaran tersebut terjadi pada tayangan “Bizz Update” tanggal 3 November 2020 pukul 14.37 WIB. Pada saat itu program tersebut mengangkat bahasan tentang “Arisan Sosialita Para Selebriti Indonesia”.

Salah satunya yang ditampilkan adalah saat saat Raffi Ahmad menceritakan uang bulanan yang diberikan kepada istrinya, Nagita Slavina, sebesar Rp200 juta dan kegiatannya mengikuti arisan dolar. Tak hanya itu, program tersebut juga menayangkan cerita soal Dita Soedarjo yang pernah menghabiskan uang hingga Rp 1 miliar dalam sehari.

Oleh karenanya, pihak KPI menilai bahwa isi tayangan tersebut tak layak dan tidak bernilai apapun bagi masyarakat. Tidak ada pesan baik dan positif yang dapat ditangkap publik dari pembahasan soal arisan sosialitas.


“Menampilkan konten berisikan gaya hidup hedonis dan konsumtif sangat tidak memiliki rasa sensitivitas dan kepedulian sosial,” tegas Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo seperti dilansir dari website resmi KPI pada Senin (30/11). “Terlebih pada banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19. Tidak ada manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dari tayangan itu.”

Menurut Mulyo, isi siaran harusnya berisikan pesan-pesan yang positif, membangun optimisme dan nilai-nilai kepedulian terhadap sesama. Mengingat klasifikasi tayangan “Bizz Update” adalah R atau remaja.

“Apalagi penonton golongan ini, notabene pasti banyak ditonton remaja. Jangan sampai gaya hidup demikian hanya dipahami kulitnya tanpa diceritakan usaha keras yang dilakukan mereka,” tambah Mulyo. “Tayangan seperti ini dikhawatirkan akan mendorong remaja untuk melihat status sosial hanya dengan kelebihan materi semata. Tanpa disampaikan proses untuk mencapai itu semua, remaja akan mencari cara instan untuk meraihnya.”

(wk/lail)

You can share this post!