Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Semarang, mengusung konsep unik untuk menyambut Pilkada 2020. Konsep yang diusung pun beragam mulai dari pengantin jadul hingga wayang orang.
- Nidya Putri
- Rabu, 09 Desember 2020 - 14:45 WIB
WowKeren - Pilkada Serentak 2020 digelar hari ini (9/12). Sejumlah TPS di berbagai wilayah pun telah menyiapkan dekorasi yang tak biasa. Salah satunya seperti TPS yang ada di Semarang, Jawa Tengah.
Di Desa Gondoriyo, Kecamatan Ngalian, Perumahan Bringin Forest Park, Kota Semarang, mendekorasi TPS 05 dengan konsep pesta pernikahan ala tempo dulu alias jadul (jaman dulu). Dikutip dari Kumparan, terlihat sebuah tenda berukuran sedang terpasang di TPS 05.
Tak hanya itu, TPS itu juga dihiasi kain batik, caping, tampah, kendil dan beberapa peralatan rumah tangga. Tak hanya itu, para pemilih pun dihibur dengan musik gamelan khas pernikahan Jawa.
Petugas TPS pun berpakaian unik, ada 2 tokoh punkawan bersenjatakan tombak didapuk untuk menjaga gerbang, sembari mengecek suhu tubuh warga yang datang. Anggota KPPS TPS 05, Rian menyebutkan jika konsep ini memakan waktu pengerjaan hingga 10 hari. "Untuk desain ini sampai selesai itu sekitar 10 harian lah," kata Rian, Rabi (9/12).
Rian mengatakan, konsep tersebut digunakan untuk melestarikan tradisi leluhur yang sudah mulai dilupakan. "Ini desain tempo dulu untuk mengingatkan tentang tradisi leluhur, karena banyak tradisi leluhur yang dilupakan," jelasnya.
Tak cukup sampai di situ, TPS 05 ini juga menyediakan tempat untuk berselfie bagi pemilih yang ingin memamerkan momen coblosan Pilwakot Semarang. "Kita juga sudah siapkan tempat selfie untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen Pilwakot 2020 ini," ujarnya.
Sementara itu, di TPS 10 Kelurahan Kebonagung, Semarang, memilih untuk mengusung tema wayang orang. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 10 merias diri dan berbusana wayang orang.
"Harapannya orang jadi tertarik untuk datang ke sini dan ikut mencoblos," kata Ketua KPPS TPS 10 Kebonagung, Karsono. Tema wayang orang yang diusung Karsono dan kawan-kawan melakonkan karakter Pandawa di kisah Mahabrata. Sedangkan petugas perempuan memerankan karakter Srikandi dan Arimbi.
Karsono mengaku kerepotan dengan berkarakter wayang orang. Sehingga, harus datang lebih pagi ke TPS 10 dari jadwal yang sudah ditentukan. "Agak repot karena harus bangun lebih pagi," ujarnya.
(wk/nidy)