Sempat Resesi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Mulai Masuk Zona Positif Kuartal I 2021
Nasional

Bukan tanpa alasan, keyakinan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani ini didasarkan pada penemuan vaksin hingga belanja negara yang merupakan penggerak sektor ekonomi.

WowKeren - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyampaikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi di tahun 2021 mendatang. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa masuk ke angka positif mulai kuartal I tahun depan.

Bukan tanpa alasan, keyakinan Menkeu ini didasarkan pada penemuan vaksin hingga belanja negara yang merupakan penggerak sektor ekonomi. Sehingga vaksinasi serta langkah-langkah penerapan protokol kesehatan akan menjadi sentimen utama ekonomi di tahun depan.

Kondisi pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada sejauh mana virus corona berhasil dikendalikan. Keberhasilan penanganan pandemi akan menentukan arah rebound dan recovery ekonomi Tanah Air.

Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyani dalam acara Outlook I Kebangkitan Ekonomi Nasional Melalui Inovasi, Pangan, dan Reforma Agraria, Jumat (11/12). "Ekonomi kita bisa rebound dan recovery secara terus menerus, itu tentu tergantung dari penanganan COVID-nya sendiri," tuturnya.


Rencananya, vaksinasi akan dilakukan pada sebanyak 107 juta penduduk. Yang mana upaya ini ditargetkan tercapai pada 2022 mendatang. Namun, tidak semua dari jumlah itu akan mendapatkan vaksinasi gratis.

Hanya akan ada 32 juta saja yang bisa menikmati vaksin gratis dari pemerintah. Sedangkan 75 juta orang lainnya harus membelinya secara mandiri. Wanita yang akrab disapa Ani itu yakin jika ekonomi akan mulai berjalan jika COVID-19 terkendali dengan baik.

"Kita berharap dengan adanya vaksin dan langkah-langkah protokol kesehatan, maka kita tetap bisa mengendalikan Covid-nya," papar Menkeu. "Dengan demikian kegiatan ekonomi sosial masyarakat bisa dinormalisir, dan itu berarti ekonomi mulai berjalan pulih."

Lalu, pemerintah juga menganggarkan dana dari APBN untuk sejumlah langkah strategis. Termasuk di antaranya adalah alokasi anggaran kesehatan sebar Rp 169,7 triliun dan perlindungan sosial sebesar Rp 408,8 triliun

"Ini tujuannya untuk menggerakkan roda ekonomi di tahun depan, sehingga kontraksi ekonomi yang terjadi di kuartal II tahun ini mulai beralih dikurangi dan sekarang di sekitar 3,49 persen," jelasnya. "Lalu kuartal IV-200 mendekati 0 persen. Sehingga di 2021 ekonomi kita memasuki zona positif atau rebound yang cukup kuat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait