Doni Monardo 'Kasihani' Satgas, Minta Daerah yang Belum Siap Jangan Buka Sekolah Tatap Muka
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Ketua Satgas COVID-19 Nasional itu meminta daerah yang belum siap untuk tidak ikut membuka sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang, demi menghindari ledakan kasus positif.

WowKeren - Indonesia bersiap menyambut pembukaan sekolah tatap muka mulai Januari 2021. Hal ini didasarkan pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang sudah berdiskusi dengan sejumlah menteri lain, di mana kebijakan sekolah tatap muka dipertimbangkan oleh masing-masing pemerintah daerah.

Namun menanggapinya, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo ikut buka suara. Dalam pernyataannya, Doni meminta agar kebijakan ini disikapi dengan sangat berhati-hati, yakni memerhatikan seberapa siap suatu daerah untuk membuka sekolah dan jangan memaksakan.

"Tahun depan, juga akan ada anak sekolah, akan menambah lagi pekerjaan bapak ibu semua," kata Doni dalam rapat dengan jajaran Satgas provinsi secara virtual, Minggu (13/12). Ia pun mendorong semua daerah melakukan persiapan ketat sebelum benar-benar membuka sekolah tatap muka.

Saran prasarana sampai mental disiplin harus benar-benar tertanam sebelum keputusan pembukaan sekolah tatap muka diambil. "Daerah-daerah yang tidak siap jangan selenggarakan sekolah tatap muka," tegas Doni, seperti dilansir dari Kumparan, Senin (14/12).


Doni juga mengingatkan, jika dalam perjalanan sebulan persiapan ini ada perangkat sekolah yang terpapar virus Corona, maka langkah cepat harus segera diambil. "Kepala dinas diingatkan, batalkan kegiatan kalau ada kejadian yang mengancam keselamatan anak didik guru dan orang tua," pungkas Doni.

Sebelumnya wacana pembukaan sekolah tatap muka ini terus mendapat reaksi kontra dari masyarakat. Apalagi karena beberapa waktu lalu Indonesia baru mencatatkan rekor luar biasa kasus positif COVID-19.

Sedangkan pada Desember 2020 ini Indonesia akan berhadapan dengan berbagai agenda yang berpotensi meningkatkan klaster COVID-19. Seperti misalnya Pilkada pada Rabu (9/12) kemarin dan dilanjutkan dengan libur akhir tahun berkaitan dengan Natal dan Tahun Baru.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri sudah mengingatkan bahwa ketiga agenda ini sangat berpotensi menimbulkan "ledakan" kasus positif COVID-19. Karena itulah, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar daerah yang menggelar Pilkada 2020 menunda pembelajaran tatap muka karena khawatir adanya lonjakan kasus positif COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts