Joe Biden Siap Disuntik Vaksin COVID-19 di Depan Publik
Getty Images
Dunia

AS memulai kampanye vaksinasi massal pada Senin (14/12) demi mengatasi penyebaran wabah virus corona yang sudah membunuh 300 ribu orang warga Negeri Paman Sam.

WowKeren - Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan ia akan menerima vaksinasi virus corona (Covid-19) di depan umum dan pakar penyakit menular terkemuka Anthony Fauci. Hal tersebut dilakukan demi menunjukkan bahwa dirinya melakukan program vaksinasi virus corona secara terbuka. Itu juga dilakukan demi melaksanakan rekomendasi Fauci supaya dia dapat vaksin lebih cepat.

"Saya ingin memastikan kami melakukannya berdasarkan angka dan ketika saya melakukannya, Anda akan mendapat pemberitahuan dan kami akan melakukannya secara terbuka," kata Biden, sebagaimana dilansir dari CNN.

AS memulai kampanye vaksinasi massal pada Senin (14/12) waktu setempat. Itu dilakukan demi mengatasi penyebaran wabah virus corona yang sudah membunuh 300 ribu orang warga Negeri Paman Sam.

Dalam program vaksinasi itu, pihak berwenang AS menargetkan bisa mengimunisasi 20 juta orang pada bulan ini dengan sasaran utama petugas kesehatan dan perawat. Pihak berwenang juga ingin menjangkau seluruh populasi pada musim panas ini. Tetapi target bergantung pada kepercayaan masyarakat atas vaksin.

Para ahli memperkirakan lebih dari 70 persen orang perlu divaksinasi untuk membendung wabah tersebut.


Di sisi lain, saat banyak negara mulai melakukan vaksinasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak setuju dengan aturan yang mewajibkan vaksin virus corona. Menurut badan naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, meyakinkan masyarakat terkait manfaat vaksin jauh lebih efektif untuk menarik masyarakat agar mau divaksinasi dari pada mewajibkannya.

Meski WHO memberikan kebebasan seluruh negara dalam melaksanakan kampanye vaksinasi corona, badan kesehatan tersebut juga menganggap kalau memaksa orang untuk divaksin adalah cara yang kurang tepat untuk mempromosikan vaksinasi Covid-19.

WHO menganggap mewajibkan vaksinasi corona kepada setiap warga hanya akan menjadikan bumerang yang memicu warga semakin bersikap antipati terkait vaksin Covid-19.

"Saya tidak yakin bahwa mandat-mandat bukan arah kebijakan yang tepat di sini, khususnya bagi vaksin," kata Direktur Departemen Imunisasi WHO, Kate O'Brien dalam jumpa pers virtual.

"Akan lebih baik untuk mendorong dan memfasilitasi vaksinasi tanpa persyaratan semacam itu. Saya tidak berpikir kami ingin melihat ada negara yang mewajibkan vaksinasi," ucapnya menambahkan.

Sementara itu, sejauh ini AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia dengan lebih dari 17 juta infeksi. Terdapat lebih dari 311 ribu pasien meninggal dan 10 juta lainnya dinyatakan sembuh. Saat ini, masih ada sekitar 6,8 juta kasus aktif Covid-19 yang masih terus ditangani.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait