Jangan Pergi dan Tetap Di Rumah! 10 Daerah Ini Tegas Larang Perayaan Tahun Baru 2021
Unsplash/David Ananda
SerbaSerbi
Perayaan Tahun Baru 2021

Jelang detik-detik momen pergantian tahun, 10 daerah ini telah melarang perayaan Tahun Baru 2021. Bahkan, penerapan jam malam dan sanksi tegas sudah disiapkan bagi pelanggar. Mana saja?

WowKeren - Masyarakat Indonesia bersiap menyambut detik-detik momen pergantian tahun pada hari ini. Namun, perayaan Tahun Baru 2021 akan terasa berbeda akibat pandemi virus corona. Tingginya penyebaran Covid-19 di Indonesia membuat sejumlah daerah menerapkan kebijakan tegas terkait perayaan malam pergantian tahun.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia telah mencatat lebih dari 727 ribu kasus virus corona hingga Kamis (31/12). Dari jumlah tersebut, sebanyak 597 ribu pasien dinyatakan sembuh dan 21.703 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Angka tersebut masih akan terus bertambah tinggi, mengingat penyebaran virus corona di Tanah Air belum terbendung. Bahkan, sejumlah ahli telah memperingatkan potensi ledakan kasus COVID-19 imbas liburan akhir tahun.

Pasien Corona

Berbagai Sumber

Demi mengantisipasi hal itu, sejumlah daerah melarang pesta perayaan Tahun Baru karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Diantaranya seperti pesta kembang api hingga panggung hiburan lainnya. Bahkan, tradisi meniup terompet juga dilarang karena dinilai dapat menjadi wadah penyebaran virus.

Sebagai gantinya, masyarakat diimbau merayakan momen pergantian tahun secara sederhana di rumah masing-masing. Untuk merealisasikan imbauan ini, sejumlah daerah turut memberlakukan jam malam dan bahkan menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang nekat melanggar.

Berikut 10 daerah di Indonesia yang melarang perayaan Tahun Baru 2021:

1. DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta dilarang merayakan perayaan Tahun Baru 2021 di kota maupun kabupaten. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Keputusan ini dilakukan demi menekan laju penyebaran virus corona yang begitu tinggi di ibu kota.

”Menjelang akhir tahun ini, kami Pemprov Jakarta tidak mengadakan, tidak menyelenggarakan, atau melaksanakan apa pun itu terkait perayaan malam tahun baru, itu tidak ada,” kata Riza seperti dari Antara, Senin (28/12). “Sebelumnya ada musik, apakah itu konser, apakah itu tarian, kembang api dan lain-lain termasuk kuliner, berbagai kegiatan lainnya ditiadakan.”

Tak sampai disitu, Pemprov DKI juga menerapkan jam malam bagi tempat-tempat hiburan seperti restoran dan kafe. Jika masih ada yang melanggar. Riza menegaskan tidak segan-segan untuk memberi sanksi hingga melakukan pencabutan izin usaha.

2. Surabaya

Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menegaskan tidak ada perayaan di malam pergantian Tahun Baru 2021. Keputusan ini ditetapkan demi menciptakan kondisi sehat di tengah pandemi virus corona.

”Sudah ada imbauan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Surabaya bahwa tidak ada perayaan malam tahun baru,” ujar Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo seperti dilansir dari Antara, Senin (21/12). “Kapolrestabes juga sudah menegaskan kembali. Jadi silakan laksanakan refleksi diri di rumah masing-masing.”

Sebagai wujud jaminan mencegah kerumunan di malam Tahun Baru, pihaknya melakukan razia pada penjual kembang api dan terompet. Jam malam juga akan dimulai pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB. “Kami imbau tidak ada yang berjualan kembang api dan terompet. Nanti akan ada razia dan penindakan bagi yang melanggar,” ucap perwira menengah tersebut.

Terompet

Berbagai Sumber

3. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan akan membubarkan pesta kembang api yang digelar warga pada malam perayaan Tahun Baru 2021. Selain itu, mereka juga telah meminta toko, warung, maupun swalayan membatasi jam operasional selama masa libur Natal dan Tahun Baru hingga pukul 20.00 WIB. Aturan jam mala mini dimulai pada 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

”Tidak ada peringatan dalam bentuk pesta kembang api,” kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad dilansir dari Antara, Senin (21/12). “Jadi ketika misalnya kita temukan ada pesta kembang api pada malam tahun baru, tindakan tegas kami adalah membubarkan kerumunan, disuruh kembali pulang.”

4. Jawa Barat

Seluruh warga dilarang menggelar perayaan malam Tahun Baru 2021 yang mengundang keramaian, seperti pesta kembang api. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri.

”Kembang api juga tidak boleh, namanya juga perayaan. Perayaannya tidak boleh apalagi kembang api, tidak boleh,” kata Dofiri dikutip dari Antara, Selasa (29/12). “Artinya tidak ada perayaan malam Tahun Baru dan orang kumpul-kumpul sebagaimana instruksi dari gubernur, ya saya kira di wilayah kabupaten dan kota pun sama.”



5. Surakarta

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan akan memberi sanksi hukum tegas pada warga yang menyalakan kembang api pada malam tahun baru. Ia menjelaskan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi sekaligus peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan perayaan di momen pergantian tahun.

”Yang tidak boleh adalah kembang api yang mengakibatkan efek ledakan, termasuk petasan, semua tidak boleh,” kata Ade dikutip dari Antara, Selasa (29/12). “Sekecil apa pun bunyinya akan kami kejar, akan kami sidik.”

”Kalau masih ada yang nekat kami akan lakukan penindakan hukum, yang pertama adalah taat pada protokol kesehatan 4 M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan,” sambungnya. “Menghindari kerumunan ini yang masih jadi masalah di masyarakat kita.”

6. Bali

Bali

Unsplash/Sebastian Pena Lambarri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengumumkan pelarangan perayaan Tahun Baru 2021. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

”Kepada Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah, Bandesa Adat se-Bali, serta pihak terkait agar mengkoordinasikan, mengkomunikasikan, dan mensosialisasikan SE ini untuk dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” seperti tertera dalam SE Gubernur Bali tersebut seperti dilansir dari Kontan.

Dalam aturan itu, penggunaan petasan, kembang api dan sejenisnya, serta mabuk minuman keras dilarang pada momen pergantian tahun. Aturan tersebut berlaku bagi setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas selama libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020.

7. Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menegaskan perayaan Tahun Baru 2021 dengan pesta kembang api yang mengundang keramaian dilarang. Demi mencegah kerumunan, pihaknya akan memantau dan menindak tegas konvoi hingga arak-arakan di malam pergantian tahun.

”Petasan dilarang, pesta kembang api juga dilarang,” katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/12). “Serta menindak kalau memang kita temukan adanya pelanggaran-pelanggaran.”

8. Palembang

kembang Api

Unsplash/Andreas Dress

Pemerintah Kota Palembang telah mengeluarkan surat edaran edaran (SE) Nomor 59/SE/PP/2020 tentang ketentuan adaptasi kebiasan baru (AKB) di tempat ibadah, pariwisata dan fasilitas umum lainnya pada pelaksanaan operasi lilin 2020 dan tahun baru 2021. Dalam surat itu, perayaan Tahun Baru 2021 dilarang.

Aturan itu berlaku bagi pengelola hotel dan tempat-tempat hiburan. Nantinya, petugas gabungan yustisi akan lebih gencar mengecek hotel-hotel pada malam pergantian tahun. “Tidak mengadakan orgen tunggal, pesta kembang api, pasar malam dan kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan kerumunan,” tegas Kepala Satuan Pol PP Palembang Guruh Agung Putra Jaya dilansir dari Antara, Senin (21/12).

9. Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh juga melarang perayaan Tahun Baru 2021. Selain karena masih pandemi, perayaan pergantian tahun baru juga bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Pelarangan perayaan tahun baru tersebut diputuskan dalam rapat bersama Forum Komunimasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh. ”Kita mengimbau kepada warga Banda Aceh untuk tidak merayakan malam tahun baru,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dikutip dari Antara, Rabu (16/12).

Lebih lanjut Aminullah mengatakan Forkopimda juga telah mengeluarkan seruan bersama yang melarang perayaan malam pergantian tahun dengan kegiatan pesta atau hura-hura, membakar petasan, kembang api dan sejenisnya hingga balapan liar. Seluruh kegiatan tersebut dinilai bertentangan dengan syariat Islam yang diberlakukan di Aceh.

10. Riau

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan berkerumun dan melakukan pawai di jalan raya. Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 86 tahun 2020 yang salah satu isinya melarang warganya membuat kegiatan keramaian saat malam tahun baru.

Selain itu, warga Pekanbaru juga dilarang untuk mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun, baik kegiatan di dalam gedung maupun di luar gedung, termasuk mengadakan pesta kembang api dan konvoi berkendara di jalanan. “Warga jangan berkumpul yang menimbulkan kerumunan karena dikhawatirkan bisa memicu penularan SARS-CoV-2,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Riau, Chairul Riski dikutip dari Antara, Senin (28/12).

(wk/lian)


You can share this post!


Related Posts