Sekitar 2.500 orang menghadiri pesta musik elektronik (rave party) ilegal pada malam Tahun Baru 2021 di Lieuron, Brittany, Prancis. Pesta tersebut rupanya turut dihadiri oleh para pendatang dari Spanyol dan Inggris.
- Nidya Putri
- Sabtu, 02 Januari 2021 - 09:43 WIB
WowKeren - Sekitar 2.500 orang menghadiri pesta musik elektronik (rave party) ilegal pada malam Tahun Baru 2021 di Lieuron, Brittany, Prancis. Peristiwa ini tentunya menimbulkan kekhawatiran baru terhadap risiko penyebaran virus corona.
Dikutip dari AFP, Sabtu (2/1), aparat kepolisian lokal sebenarnya sudah berusaha menghentikannya. Namun, upaya itu gagal karena terjadi bentrok dengan pengunjung yang menghadiri pesta itu.
Berdasarkan keterangan pemerintah lokal, pesta digelar di gudang kosong milik sebuah perusahaan penyimpanan. "Petugas berusaha mencegah acara tersebut tetapi menghadapi perlakuan kasar dari orang-orang yang berpesta," jelas keterangan pemerintah setempat.
Bahkan, mereka yang menghadiri pesta sampai membakar salah satu mobil dan melempar batu dan botol. Pengunjung yang menghadiri pesta tidak hanya berasal dari Prancis, tetapi juga dari luar negeri.
Salah seorang pengunjung bernama Jo menyebutkan jika beberapa warga asing yang hadir dalam pesta tersebut berasal dari Spanyol dan Inggris. Ia juga menyebut hanya sedikit orang yang menjaga jarak selama pesta digelar.
Petugas kejaksaan telah membuka investigasi terhadap organisasi ilegal yang menggelar acara itu, termasuk menyelidiki soal upaya penyerangan terhadap petugas. Prancis sendiri telah melarang pesta dengan kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona.
Sementara itu, pemerintah setempat telah melakukan pengetatan jam malam di 15 region (setara dengan provinsi di Indonesia) dengan memajukan jam malam dua jam yaitu dari pukul 20.00 menjadi 18.00. Kebijakan ini akan dimulai pada Sabtu (2/1).
(wk/nidy)