Seteru dengan Pemerintah Tiongkok, Jack Ma Kehilangan 155 T dalam 2 Bulan
Dunia

Kejadian ini tak lama setelah Jack Ma mengkritik kebijakan pemerintah Tiongkok secara terbuka, yang berujung pada perusahaannya yang akhirnya diselidiki atas dugaan monopoli.

WowKeren - Sebelum dikabarkan menghilang , pendiri raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma, rupanya lebih dulu dilaporkan mengalami kerugian besar. Setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli, kekayaan Jack Ma dikabarkan turun hampir USD11 miliar atau Rp154,9 triliun dalam dua bulan.

Padahal tahun ini kekayaannya dilaporkan mencapai USD61,7 miliar. Namun dengan penurunan itu, Jack Ma tidak bisa mendapatkan gelar orang terkaya di Asia lagi dan harus merosot ke posisi 25 di Bloomberg Billionaires Index dengan USD50,9 miliar.

Selain kekayaan Jack Ma yang menurun, dampak dari penyelidikan pemerintah Tiongkok juga terlihat di perusahaan pesaing Alibaba. Misalnya Tencent Holdings sahamnya menurun 15% sejak awal November dan raksasa pengiriman makanan Wang Xing Meituan penurunnya mencapai seperlima dari puncaknya bulan lalu.

Kesialan Jack Ma dimulai sejak induk usaha Alipay, Ant Group, gagal melantai di bursa pada awal November 2020. Kejadian ini tak lama setelah dia mengkritik kebijakan pemerintah dan menilai mereka terlalu berhati-hati dan memprioritaskan manajemen resiko yang akhirnya membuat inovasi jadi berkurang.

Bursa Hongkong akhirnya mengumumkan menghentikan sementara IPO Ant Group. Sebelumnya, Bursa Saham Shanghai melakukan penundaan dengan alasan pelaporan transparansi. Alibaba Group sendiri merupakan pemegang saham terbesar Ant Group.


Sementara itu, Jack Ma sendiri dikabarkan menghilang selama dua bulan terakhir usai mengkritik Presiden Xi Jinping dan Pemerintah Negeri Tirai Bambu. Dilansir dari The Sun pada Senin (4/1), Ma menghilang setelah mengkritik kebijakan pemerintah Tiongkok secara terbuka dalam sebuah pidato. Salah satu orang terkaya di Tiongkok tersebut tidak terlihat di publik sejak Oktober lalu.

Jack Ma mendadak "hilang" tanpa kabar begitu saja. Dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter miliknya, yang biasanya memuat beberapa kicauan dalam sehari.

Jack Ma juga tiba-tiba diganti sebagai juri di final "Africa’s Business Heroes", sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula. Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi. Padahal, ayah tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter bahwa dia "tidak sabar" untuk bertemu dengan semua kontestan.

"Karena konflik jadwal, Tuan Ma tidak dapat lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika awal tahun ini," kata seorang juru bicara Alibaba.

Sementara itu, bulan lalu otoritas Tiongkok juga tiba-tiba mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya. Regulator Tiongkok dan pejabat Partai Komunis telah mulai mengekang bisnis Jack Ma setelah mengkritik sistem peraturan negara pada bulan Oktober karena menghambat inovasi.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!