KBRI Buka Suara Soal Viral Dugaan Bendera RI Berkibar Di Rusuh Capitol
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Geger sebuah bendera mirip merah putih tertangkap kamera berkibar di aksi kerusuhan massa pendukung Trump di Capitol, KBRI langsung memberikan penjelasan.

WowKeren - Kerusuhan massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Capitol Hill, Washington D.C pada Rabu (6/1) lalu telah menjadi sorotan dunia. Dalam hebohnya aksi anarkis itu, ada tangkapan kamera yang cukup menggerkan masyarakat Indonesia, yakni dugaan bendera merah putih .

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk AS akhirnya angkat berbicara mengenai informasi yang beredar di media sosial itu. KBRI menegaskan foto bendera yang berkibar di aksi kerusuhan itu bukanlah bendera merah putih Indonesia melainkan North California.

Soal bendera, itu adalah bendera negara bagian North Carolina,” kata Sekretaris II Fungsi Penerangan KBRI Washington D.C, Denny Zaelani seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Jumat (8/1). “Tidak betul sama sekali bahwa itu bendera Indonesia.”

Sebelumnya, Kompas telah menelusuri mengenai kejelasan bendera itu dan memastikan bukan merah putih. Pasalnya, saat dicermati lebih lanjut, ada komponen lain di bendera tersebut sehingga bukan murni berwarna merah dan putih saja seperti milik Tanah Air.


Terlihat bendera Negara Bagian North California itu memiliki bagian di sisi kiri dengan warna biru yang dilengkapi huruf N dan C yang mengapit satu bintang putih. Selain itu, di bagian atas huruf serta bintang tersebut ada pita emas bertuliskan May 20th 1775 dan di bagian bawahnya ada pita emas lain bertuliskan April 12th 1776. Ukuran area biru ini kira-kira setara sepertiga ukuran bendera.

Sebelumnya seperti dilansir CNN, massa pendukung Trump telah melakukan kerusuhan dan menerobos gedung Kongres. Diketahui, gedung tersebut akan menjadi tempat para anggota mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden di hari tersebut. Akibat kerusuhan, pengesahan kemenangan Joe Biden pun terpaksa ditunda di hari berikutnya.

Bentrokan antara massa pendukung Trump dan kepolisian pun tak terhindarkan. Bahkan, empat orang dilaporkan tewas setelah berusaha menyerbu ke dalam gedung Capitol dan berbuat anarkis.

Peristiwa itu langsung mendapatkan kecaman dari para pemimpin dunia. Mereka turut menyerukan perdamaian dalam transisi kekuasaan dari Trump ke presiden terpilih Joe Biden. Selain itu, sejumlah pemimpin dunia juga menggambarkan aksi kerusuhan tersebut sebagai "momen mengerikan" dan "serangan terhadap demokrasi".

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts