Bos Tesla Dan SpaceX, Elon Musk dikenal tak mementingkan gelar sarjana untuk para pekerjanya. Namun, ia memiliki satu syarat penting yang wajib dipenuhi oleh para calon pegawainya.
- Nidya Putri
- Jumat, 08 Januari 2021 - 14:24 WIB
WowKeren - Gelar sarjana biasanya merupakan syarat penting untuk masuk ke dalam sebuah perusahaan besar. Namun, hal tersebut rupanya tak dibutuhkan untuk bekerja di raksasa teknologi milik Elon Musk, Tesla.
Elon Musk memang sudah berulang kali menyatakan bahwa dirinya tidak memedulikan gelar sarjana bagi orang yang ingin bekerja di perusahaannya. Salah satunya saat ia berkicau di akun Twitter pribadinya soal lowongan tim kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Tesla pada Februari 2020 lalu.
Pria berusia 49 tahun itu mengatakan bahwa bekerja di tim AI Tesla tidak membutuhkan gelar sarjana hingga setinggi PhD (Doktor/S3), bahkan ia tidak peduli jika pelamar adalah lulusan SMA. Selama mengerti tentang AI dan algoritma neural network (NN), pelamar berpeluang menjadi karyawan Tesla.
"Gelar PhD jelas tak diperlukan," cuit Musk di akun Twitter miliknya. "Yang terpenting adalah pemahaman mendalam tentang AI dan kemampuan untuk mengimplementasikan NN dengan cara yang benar-benar berguna (poin terakhir ini hal yang sangat sulit). Tidak peduli jika Anda lulusan SMA."
Pernyataan serupa kembali dipertegas Musk ketika menjadi pembicara dalam keynote di konferensi Satellite 2020, Washington DC., AS, pada Maret silam. Ia memastikan perekrutan Tesla tidak menyebutkan perusahaan membutuhkan gelar sarjana, sembari bilang syarat tersebut tidak masuk akal.
Meski begitu, calon karyawan tetap harus memiliki bukti keahlian yang disebutnya 'bukti kemampuan luar biasa'. "Saya tidak mempertimbangkan kuliah di perguruan tinggi sebagai 'bukti kemampuan luar biasa'," tegas pasangan penyanyi Grimes tersebut.
Musk sendiri mendirikan dan memimpin perusahaan roket SpaceX, hanya memiliki gelar sarjana dari University of Pennsylvania. Ia sempat menempuh pendidikan untuk gelar PhD di Stanford University, namun memutuskan drop out karena ingin fokus membangun perusahaan.
Pria yang kini telah menyalip Bos Amazon Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia ini bahwa kampus bukanlah tempat belajar. Pasalnya, semua hal dapat dipelajari secara gratis saat ini.
Kuliah baginya hanya membantu seseorang menjadi disiplin dengan tugas dan bersosialisasi sebelum bekerja. "Kalian tidak perlu universitas untuk belajar sesuatu. Apa Shakespeare dulu kuliah di kampus? Mungkin tidak," paparnya. "Saya pikir kampus pada dasarnya adalah untuk bersenang-senang dan untuk membuktikan bahwa Anda bisa menyelesaikan pekerjaan rumah, tapi bukan untuk belajar."
(wk/nidy)