Tahun 2021 ini diharapkan menjadi tahun yang lebih baik bagi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri memilih optimistis bahwa Indonesia mampu pulih dari pandemi dan penurunan ekonomi.
- Putri Stevania
- Jumat, 08 Januari 2021 - 17:11 WIB
WowKeren - Tahun 2020 diketahui menjadi tahun yang cukup berat bagi Indonesia. Untuk itu di tahun 2021 ini diharapkan menjadi tahun yang lebih baik bagi. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri memilih optimistis bahwa Indonesia mampu pulih dari pandemi dan penurunan ekonomi.
"Saya sendiri memilih untuk bersikap lebih optimistis (cautious optimism) dan yakin bahwa negeri kita masih punya jalan untuk sukses. Artinya, peluang bagi meredanya badai corona dan pulihnya ekonomi kita memang ada," tutur SBY yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/1/2021). ".
Namun meski optimis, SBY mengungkapkan bahwa kesuksesan Indonesia untuk meredam pandemi COVID-19 tidak datang dengan sendirinya. Ia mengimbau masyarakat makin bersatu dan berikhtiar sekuat tenaga. Jika sudah begitu, segala permasalahan di 2021 ini pasti bisa diatasi.
"Jangan bersikap dan berpikir begitu, mestinya sikap dan cara berpikir kita adalah dengan semangat dan tekad yang baru, kita makin bersatu dan berikhtiar sekuat tenaga agar semua permasalahan bangsa di tahun 2021 ini dapat kita atasi," ujarnya.
Selain itu, SBY juga mengungkapkan 3 tantangan utama bangsa Indonesia di tahun 2021. Tiga tantangan itu yakni pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi dan kerukunan masyarakat. Di antara ketiga tantangan itu, permasalahan kerukunan masyarakat lebih mendasar dan akan berpengaruh pada kehidupan bangsa di masa depan.
"Kalau tidak kita atasi dan kelola dengan baik, disharmoni sosial ini akan membuat bangsa kita benar-benar terpecah dan terbelah (divided). Demikian juga manajemen dan kepemimpinan di semua tingkatan, di seluruh Tanah Air, juga sangat menentukan suksesnya pekerjaan besar kita," ucap SBY.
Di sisi lain, Indonesia dilaporkan menjadi negara dengan kasus penambahan kasus virus corona harian tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Hal ini dibuktikan dari data statistik terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (7/1).
WHO melaporkan tambahan 9.321 kasus COVID-19 dalam sehari di Indonesia pada Kamis lalu menjadi yang paling tinggi se Asia. Diketahui, angka tersebut juga merupakan rekor terbaru penambahan kasus dalam 24 jam sejak wabah virus corona masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu.
(wk/putr)